unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Puluhan Hektare Tambak Ikan dan Udang di Medan Gagal Panen Akibat Banjir Rob
News

Puluhan Hektare Tambak Ikan dan Udang di Medan Gagal Panen Akibat Banjir Rob

Tambak ikan dan udang terdampak banjir rob di Medan Marelan
Tambak ikan dan udang terdampak banjir rob di Medan Marelan
A A Ukuran Teks16px

Puluhan hektare tambak ikan dan udang di Kecamatan Medan Marelan, Medan, Sumatera Utara, mengalami gagal panen. Penyebabnya adalah banjir rob yang melanda kawasan tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Senin, 18 Mei 2026. Banjir rob merendam tambak-tambak milik warga setempat.

Akibatnya, para petambak tidak bisa memanen hasil budidaya mereka. Kerugian pun diperkirakan cukup besar.

Dampak Banjir Rob di Medan Marelan

Banjir rob yang menerjang tambak ikan dan udang ini terjadi di wilayah pesisir Medan. Kecamatan Medan Marelan menjadi salah satu daerah yang paling terdampak.

Puluhan hektare lahan tambak terendam air laut yang naik ke daratan. Kondisi ini menyebabkan ikan dan udang mati atau terlepas dari tambak.

Para petambak mengaku gagal panen karena air rob tidak segera surut. Mereka harus merugi akibat kejadian ini.

Banjir rob sendiri merupakan fenomena alam yang kerap terjadi di daerah pesisir. Kenaikan permukaan air laut menjadi faktor utama penyebabnya.

Di Medan Marelan, banjir rob sudah beberapa kali terjadi. Namun, kali ini dampaknya terasa lebih parah karena luas area terdampak mencapai puluhan hektare.

Petambak berharap ada bantuan dari pemerintah untuk mengatasi kerugian. Mereka juga membutuhkan solusi jangka panjang agar banjir rob tidak terus mengancam usaha mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah setempat. Namun, warga berharap perhatian segera diberikan.

Banjir rob di Medan Marelan menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana di wilayah pesisir. Infrastruktur seperti tanggul laut dinilai perlu diperkuat.

Selain itu, sistem drainase yang baik juga diperlukan untuk mengurangi risiko genangan. Langkah-langkah adaptasi perubahan iklim harus segera diterapkan.

Para petambak kini hanya bisa pasrah dan berharap musibah ini tidak terulang. Mereka berencana untuk membersihkan tambak dan memulai kembali usaha setelah air surut.

Namun, proses pemulihan diperkirakan memakan waktu lama. Modal yang dibutuhkan untuk membeli bibit baru dan memperbaiki tambak tidak sedikit.

Banjir rob di Medan Marelan menjadi contoh nyata dampak perubahan iklim terhadap sektor perikanan. Petambak menjadi pihak yang paling rentan terkena dampaknya.

Ke depan, perlu ada upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana serupa. Edukasi tentang cuaca ekstrem dan adaptasi juga penting.

Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih siap menghadapi bencana alam. Dukungan untuk para petambak sangat dibutuhkan saat ini.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru