unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Kronologi Kontroversi Perfect Crown hingga Kru Minta Maaf
Hiburan

Kronologi Kontroversi Perfect Crown hingga Kru Minta Maaf

Poster drama Perfect Crown
A A Ukuran Teks16px

Dua bintang utama drama Korea Perfect Crown, Byeon Woo-seok dan IU, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf pada Senin (18/5).

Langkah ini diambil setelah publik ramai mengkritik dugaan ketidakakuratan sejarah dalam drama tersebut.

Kronologi Permintaan Maaf

Byeon Woo-seok, yang memerankan Grand Prince I-An, mengunggah surat tulisan tangan di Instagram pribadinya.

Ia mengaku baru buka suara karena khawatir pernyataannya justru menyakiti pihak lain.

“Dengan berat hati, saya menulis kepada mereka yang merasa tidak nyaman dan khawatir karena [serial] ini,” tulisnya.

Ia juga mengakui lalai dalam mendalami konteks sejarah selama proses produksi.

“Selama proses syuting dan akting, saya tidak berpikir cukup dalam tentang konteks sejarah dan signifikansinya terhadap acara tersebut atau bagaimana penonton dapat menerima [kesalahan tersebut],” ungkapnya.

“Melalui masukan [mereka], saya menghabiskan waktu untuk berefleksi dan menyadari bahwa saya, sebagai aktor, harus mengambil tanggung jawab yang lebih besar tidak hanya atas penampilan saya, tetapi juga atas pesan dan konteks di balik proyek saya.”

Ia menutup dengan permohonan maaf tulus dan berjanji lebih berhati-hati ke depannya.

IU, yang memerankan Seong Hui-ju, juga mengunggah permintaan maaf di Instagram pada hari yang sama.

Sebelumnya, ia sempat menyinggung isu tersebut di acara pemutaran drama pada Sabtu (16/5).

“Sebagai [salah satu] aktor utama, saya sangat menyesal dan merasa berat hati karena gagal bertanggung jawab dan telah menyebabkan kekecewaan yang besar,” tulis IU.

Ia mengaku telah membaca setiap pesan dari penonton selama beberapa hari terakhir.

IU juga mengungkapkan rasa malunya karena tidak menyadari keseriusan isu tersebut lebih awal.

“Tidak ada alasan atas fakta bahwa saya gagal berpikir lebih dalam tentang berbagai ketidakakuratan sejarah sebelum berakting [dalam proyek ini].

Saya telah merenung dengan tulus dan meminta maaf untuk hal itu,” tambahnya.

“Saat drama ini hadir dengan pembangunan dunia imajinatif yang berakar pada sejarah kita sendiri [... ], saya seharusnya mempelajari naskah dengan jauh lebih hati-hati sebagai seorang aktor.

Saya malu karena gagal melakukan hal itu,” tulisnya.

Ia berjanji menjadikan kritik tersebut sebagai pelajaran berharga untuk proyek-proyek mendatang.

MBC Minta Maaf Secara Resmi

Sebelum para aktor, tim produksi MBC telah melayangkan permohonan maaf resmi pada Sabtu (16/5).

“Kami dengan tulus meminta maaf kepada para penonton yang telah mendukung drama ini dengan penuh cinta karena telah menimbulkan kekhawatiran terkait isu-isu yang berhubungan dengan latar fiksi dan akurasi sejarah dari serial ini,” kata MBC.

Tim produksi mengakui adanya kelalaian dalam riset mendalam mengenai transformasi protokol istana Joseon dari waktu ke waktu.

“Kami menerima kritik penonton dengan sangat serius terkait adegan penobatan, di mana raja mengenakan guryu myeollyugwan sementara para pejabat meneriakkan 'Cheonse,' yang oleh banyak pihak dinilai telah meremehkan status kedaulatan Korea,” aku perwakilan tim produksi.

“Karena Perfect Crown merupakan drama romansa sekaligus sejarah alternatif (alternate-history), kami seharusnya jauh lebih berhati-hati dan bijaksana saat mendekati titik-titik di mana dunia fiksi berinteraksi dengan sejarah nyata.”

“Namun, kami kurang maksimal dalam menyempurnakan pembangunan dunia (world-building) dan meninjau detailnya secara lebih menyeluruh,” lanjut mereka.

Tim produksi berjanji segera memperbaiki kesalahan teknis tersebut.

Mereka akan merevisi audio serta subtitel terkait untuk siaran ulang, layanan VOD, maupun streaming.

Awal Mula Kontroversi

Kontroversi memuncak setelah penayangan episode jelang ending pada Jumat (15/5).

Adegan penobatan I-An menampilkan sang pangeran mengenakan guryu myeollyugwan, mahkota upacara tradisional Dinasti Joseon (1392-1910) dengan sembilan untaian manik-manik.

Para pejabat istana juga terdengar meneriakkan “Cheonse” yang berarti “1.000 tahun” sebagai doa bagi umur panjang takhta.

Detail ini memicu protes keras dari penonton.

Mereka berargumen bahwa para pejabat seharusnya meneriakkan “Manse” yang berarti “10.000 tahun,” ungkapan yang secara historis melekat pada otoritas kekaisaran berdaulat penuh.

Sebaliknya, “Cheonse” secara tradisional hanya digunakan untuk menyapa raja dengan pangkat lebih rendah, termasuk penguasa wilayah bawahan seperti Joseon saat masih di bawah bayang-bayang China.

Dalam catatan sejarah, penguasa Joseon baru berhenti memberikan upeti ke China setelah Perang China-Jepang Pertama pada 1895.

Raja Gojong kemudian mendeklarasikan Korea sebagai kekaisaran merdeka.

Penonton menilai karakter Byeon Woo-seok seharusnya mengenakan sibi myeollyugwan atau mahkota dengan 12 untaian manik-manik, mengingat latar cerita mengambil konsep monarki berdaulat penuh.

Drama 12 episode Perfect Crown telah menayangkan episode terakhirnya pada Sabtu (16/5).

Permintaan maaf dari para aktor dan tim produksi ini menjadi puncak dari rangkaian kritik yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Publik menilai bahwa penggambaran tradisi kerajaan dalam drama tersebut tidak sesuai dengan fakta sejarah, terutama terkait penggunaan mahkota dan ucapan dalam adegan penobatan.

MBC sebagai stasiun televisi yang menayangkan drama ini pun turut bertanggung jawab dengan mengakui kelalaian dalam riset dan berjanji akan melakukan perbaikan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru