Aroma manis pedas tteokbokki dari gerobak kaki lima memang sulit ditolak. Namun, jika ditambah gorengan, sundae, dan minuman bersoda, hidangan ini bisa menjadi bom karbohidrat.
Untungnya, Anda tidak harus berhenti makan tteokbokki.
Dengan memilih topping, minuman, dan camilan yang lebih cerdas, serta melakukan penyesuaian sederhana sebelum dan sesudah makan, Anda bisa menikmatinya tanpa membebani gula darah.
Jangan Lewatkan Makan Sebelumnya
Banyak orang berpikir, "Saya akan makan tteokbokki malam ini, jadi saya lewatkan makan siang."
Padahal, makan karbohidrat olahan dalam jumlah besar setelah berpuasa justru membuat gula darah melonjak lebih cepat.
Rasa lapar yang ekstrem juga membuat Anda makan lebih cepat dan cenderung memesan topping tambahan. Sebaiknya, makanlah makanan ringan yang mengandung protein dan sayuran sebelumnya.
Jika perut kosong, konsumsi sayuran yang perlu dikunyah seperti mentimun, tomat ceri, atau salad kol bisa membantu.
Bahkan, mampir ke minimarket untuk membeli salad atau telur rebus sebelum ke pedagang tteokbokki adalah strategi praktis.
Ganti Mi dengan Topping Protein
Menambahkan mi ramen, mi gandum kenyal, udon, atau soun ke dalam tteokbokki memang meningkatkan cita rasa, tetapi juga menambah karbohidrat secara signifikan.
Bunmoja, mi pati ubi jalar yang tebal dan kenyal, sangat populer namun mudah membuat Anda makan berlebihan.
Pilihan yang lebih baik adalah melewatkan mi dan memilih topping kaya protein seperti telur rebus atau fish cake.
Namun, fish cake adalah makanan olahan yang tinggi natrium, jadi konsumsilah secukupnya.
Urutan makan juga penting.
Makan protein atau sayuran sebelum tteokbokki memperlambat pergerakan makanan dari lambung ke usus, sehingga membantu mengontrol kenaikan gula darah.
Saat memesan delivery, pilih telur, fish cake, atau sayuran sebagai tambahan, bukan mi ekstra.
Hindari Minuman Manis untuk Meredakan Pedas
Tteokbokki yang pedas sering membuat orang ingin minum minuman berkarbonasi. Namun, karena tteokbokki sudah kaya karbohidrat, menambahkan minuman manis akan meningkatkan beban gula darah.
Air putih, teh barley tanpa gula, atau air soda tawar adalah pilihan yang lebih baik.
Susu atau minuman olahan susu juga bisa mengandung gula tambahan, jadi periksa label nutrisinya.
Rosé Tteokbokki Juga Tidak Lebih Sehat
Rosé tteokbokki, yang menggabungkan saus pedas dengan krim dan keju, semakin populer karena rasanya yang gurih dan lembut.
Namun, hidangan ini tetap tinggi karbohidrat karena mengandung tteok.
Penambahan krim dan keju juga meningkatkan kalori dan lemak jenuh dibandingkan tteokbokki gochujang tradisional. Rosé tteokbokki sering dipadukan dengan soun, bunmoja, sosis, dan bacon.
Jika memilih rosé tteokbokki, sebaiknya hindari mi tambahan, batasi topping daging olahan, dan jangan menghabiskan saus kental atau mencelupkan gorengan ke dalamnya.
Akhiri dengan Jalan Kaki, Bukan Es Krim
Banyak orang menutup santapan tteokbokki dengan es krim atau bubble tea. Namun, camilan manis ini bisa memicu lonjakan gula darah setelah makan berat karbohidrat.
Pilih air putih atau teh tanpa gula sebagai penutup. Jika ingin sesuatu yang manis, buah segar dalam porsi kecil lebih baik daripada es krim.
Aktivitas fisik setelah makan juga membantu. Daripada langsung duduk, cobalah berjalan kaki selama 10–20 menit.
Gula darah mulai naik segera setelah makan, sehingga jalan ringan — seperti berjalan satu halte bus tambahan atau naik tangga — dapat membantu.