Setelah menguasai gelombang udara global dengan K-pop dan layar streaming dengan K-drama, Korea kini menempatkan taruhan ekonomi besar berikutnya pada aset yang lebih tua dan lebih taktil: tradisi kerajinan tangan buatan sendiri yang kaya.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata pada Selasa meluncurkan peta jalan komprehensif lima tahun yang bertujuan mengubah kerajinan tangan lokal — yang dijuluki "K-craft" — menjadi industri bernilai tinggi yang siap ekspor.
>>> Foto Makam Gaya Menang Besar di Kontes Foto Warisan Dunia UNESCO
Inisiatif ini berupaya memanfaatkan momentum global gelombang Korea untuk memperkuat pengalaman perjalanan interaktif negara tersebut.
Pusat Budaya Imersif di Destinasi Wisata
Inti dari strategi ini adalah dorongan untuk menjadikan warisan budaya sebagai daya tarik langsung bagi wisatawan internasional.
Di bawah rencana baru, pemerintah akan mendirikan jaringan pusat budaya imersif di hub wisata utama yang sering dikunjungi turis asing.
Ruang khusus ini akan berfungsi sebagai zona hibrida eksperiensial, memungkinkan wisatawan mencoba teknik pembuatan kerajinan tradisional sebelum membeli barang asli buatan lokal.
Untuk memperdalam hubungan antara pariwisata dan ekonomi lokal, kementerian mengatakan akan mengubah rumah kosong dan ruang publik yang tidak terpakai di provinsi pedesaan menjadi residensi kreatif.
Dengan memindahkan fokus artistik melampaui ibu kota Seoul, pejabat pariwisata berharap dapat menyalurkan lalu lintas internasional ke daerah yang jarang dikunjungi, membentuk apa yang disebutnya "kluster kerajinan regional" yang terdesentralisasi.
>>> Bunga Terompet Jadi Simbol Musim Panas Korea
Rencana jangka panjang juga mencakup pembangunan Museum Kerajinan Nasional yang ikonik untuk menjadi jangkar institusional bagi wisatawan budaya.
Momen Krusial untuk Kerajinan Tangan
Dorongan yang didukung negara ini datang pada momen krusial.