Cuaca panas yang menyengat membuat tubuh lebih rentan mengalami dehidrasi. Bagi penderita diabetes atau mereka yang memiliki gula darah tinggi, kondisi ini bisa memperburuk kontrol gula darah.
Berkeringat berlebihan menyebabkan cairan tubuh berkurang, yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, olahraga di luar ruangan menjadi lebih sulit dilakukan.
>>> Busan Gelar Festival Film untuk Awali Kampanye Wisata Malam 10 Kota
Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga pola makan. Banyak makanan penyegar seperti es krim dan es serut justru menjadi pilihan terburuk untuk pengendalian gula darah.
Hati-hati dengan Buah Tinggi Gula
Mengurangi porsi makanan berkarbohidrat seperti nasi dan mi dapat membantu menstabilkan gula darah. Buah-buahan dengan kandungan gula tinggi, terutama jenis tropis, sebaiknya dikonsumsi secukupnya.
Buah dengan indeks glikemik rendah seperti mentimun dan tomat menjadi pilihan yang lebih baik.
Olahraga di Dalam Ruangan
Gula darah biasanya mulai naik sekitar 30 menit hingga satu jam setelah makan. Bergerak setelah makan dapat mencegah lonjakan tajam.
Jika olahraga di luar terlalu berat karena panas, berjalan di dalam rumah bisa menjadi alternatif sederhana. Peregangan, latihan dumbbell ringan, atau olahraga rumahan lainnya juga baik.
Pada malam hari yang lebih sejuk, berjalan di sekitar lingkungan atau mendaki bukit dapat membantu membangun kekuatan otot.
Manfaat Cuka dalam Menu Harian
Menurut Asosiasi Diabetes Korea, cuka dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Cuka fermentasi alami adalah pilihan ideal, tetapi cuka biasa dengan sedikit bahan tambahan juga bermanfaat.
>>> Korea Abadikan Warisan Budaya Takbenda Lewat Arsip Digital
Mengonsumsinya bersama mentimun dapat memberikan efek yang lebih besar. Sup mentimun dingin adalah hidangan musim panas yang cocok.
