unique visitors counter
⌂ Beranda › News › HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Minta Polri Tidak Jadi Alat Balas Dendam Politik
News

HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Minta Polri Tidak Jadi Alat Balas Dendam Politik

Presiden Prabowo Subianto memberikan amanat pada HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas
Apa Itu Londo Ireng? Viral Disebut Prabowo untuk Sindir Jurnalis hingga LSM
A A Ukuran Teks16px

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran Polri untuk menjalankan tugas secara profesional dan adil. Ia menekankan agar institusi kepolisian tidak dipengaruhi kepentingan kelompok tertentu maupun kekuatan finansial.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat memberikan amanat dalam upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Lapangan Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026.

"Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang.

Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik," tegas Prabowo di hadapan peserta upacara.

Ia juga meminta aparat penegak hukum menghindari penyalahgunaan wewenang dan kriminalisasi. Menurutnya, tidak boleh ada individu atau kelompok yang mendapat perlakuan istimewa hingga kebal hukum.

Pemberantasan Kejahatan

Selain soal penegakan hukum yang berkeadilan, Prabowo mengingatkan Polri untuk terus memperkuat pemberantasan berbagai tindak kejahatan.

Ia menyoroti narkotika, judi online, perdagangan orang, kejahatan siber, korupsi, serta praktik ekonomi ilegal seperti pertambangan dan perkebunan liar.

"Berbagai kejahatan tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga menghambat pembangunan nasional dan menimbulkan kerugian besar bagi negara.

Polri tidak boleh lengah dalam menjaga stabilitas keamanan dan penegakan hukum," ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Prabowo memberikan apresiasi atas kinerja Polri bersama kementerian dan lembaga lain yang berhasil mengungkap ribuan kasus narkotika, menekan judi online, dan menjaga Indonesia bebas dari insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, ia mengingatkan agar keberhasilan itu tidak membuat aparat cepat berpuas diri.

Tantangan penegakan hukum masih besar karena berbagai tindak pidana berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan memperparah kemiskinan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru