Neil, seekor anjing laut gajah seberat 1.000 kilogram, kembali ke pesisir Tasmania, Australia, tempat ia dilahirkan.
Namun, kedatangannya kali ini tidak biasa karena ia telah menjadi selebriti media sosial dengan 1,4 juta pengikut di TikTok.
>>> Persiapan Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Berlangsung Meriah
Anjing laut berusia lima tahun ini dikenal karena tingkah lakunya yang nakal, seperti merusak bollard lalu lintas, rambu peringatan, dan pagar.
Ia juga sering berbaring di tengah jalan, menyebabkan kemacetan.
Kekhawataran Pejabat terhadap Keselamatan
Pejabat setempat khawatir popularitas Neil dapat mendorong interaksi berbahaya antara manusia dan anjing laut.
Kris Carlyon dari Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Tasmania meminta penggemar untuk menjaga jarak.
Carlyon mencontohkan kasus walrus Freya di Norwegia yang dieutanasia pada 2023 karena dianggap membahayakan manusia. "Ada risiko mencintai Neil sampai mati," ujarnya.
Perilaku Normal untuk Anjing Laut Muda
Menurut ilmuwan Sophia Volzke dari Universitas Tasmania, perilaku Neil adalah hal normal bagi anjing laut gajah jantan muda yang berlatih untuk pertarungan dominasi.
>>> Citi Proyeksi Minyak Brent Bisa Turun ke US$60 Akhir Tahun
Tanpa teman sebaya, ia berlatih dengan mobil dan infrastruktur.
Neil adalah satu-satunya anjing laut gajah jantan yang naik ke darat di Tasmania dalam beberapa tahun terakhir.
Betina yang pernah terlihat tidak menyebabkan kekacauan serupa karena ukurannya lebih kecil.
Jika Neil bertahan hingga dewasa, ia bisa mencapai panjang 5 meter dan berat tiga kali lipat dari sekarang.
Namun, sekitar 90 persen anjing laut gajah jantan mati sebelum mencapai usia berkembang biak sekitar 10 tahun.
>>> Cara Klaim Kacamata Gratis Pakai BPJS Kesehatan 2026, Ini Alur Lengkapnya
Saat ini, Neil bersantai di trotoar dan kadang bermain dengan kerucut lalu lintas. Penduduk setempat memiliki perasaan campur aduk; seorang warga menyebutnya sebagai "salah satu ekspor terbesar kami."
