Penyidikan kasus penyekapan tiga karyawan percetakan di Bungur, Senen, Jakarta Pusat, terus berkembang.
Polda Metro Jaya kini mendalami dugaan adanya korban lain yang mengalami perlakuan serupa di lokasi yang sama.
>>> TotalEnergies Tawarkan Jutaan Barel Minyak Irak ke Asia
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dan pengumpulan alat bukti.
Jika ditemukan dugaan tindak pidana lain terhadap korban berbeda, penyidik akan melakukan upaya penyidikan maksimal.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E. P.
Hutagalung, mengatakan pemeriksaan terhadap tiga korban dan tujuh tersangka masih berlangsung. Dari hasil sementara, muncul informasi yang mengarah pada kemungkinan adanya korban lain.
Polisi membuka kesempatan bagi masyarakat yang pernah mengalami atau mengetahui peristiwa serupa untuk melapor.
>>> ETF Emas Siap Hadir, Buka Babak Baru Investasi di BEI
Reynold meminta korban atau saksi memanfaatkan layanan darurat 110 agar seluruh dugaan tindak pidana dapat diungkap.
Selain mengembangkan penyidikan, kepolisian memastikan pemulihan kondisi korban menjadi perhatian utama.
Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan menerjunkan tim psikologi untuk pendampingan.
Sebelumnya, tiga pekerja percetakan diduga disekap hampir tiga pekan setelah dituduh mencuri pelat cetak. Selama di lokasi, mereka diduga mengalami penyiksaan dan tidak bisa meninggalkan tempat tersebut.
Keluarga korban juga diperas dengan permintaan uang tebusan Rp50 juta per orang dengan janji korban akan dibebaskan. Ketiga korban berinisial TS (24), MRJ (20), dan AS (19).
>>> Penyerangan Pedagang Buah di Tangerang, Dua Pelaku Ditangkap
Kasus ini terbongkar setelah polisi menerima laporan pada 26 Juni 2026.