Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tokopedia kembali mencuat. Kali ini, TikTok angkat bicara untuk meluruskan kabar yang menyebut 90% karyawan Tokopedia telah di-PHK.
TikTok menegaskan bahwa perubahan organisasi yang terjadi merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Langkah ini bertujuan membangun perusahaan yang lebih efisien di tengah persaingan e-commerce yang ketat.
>>> Tema HUT ke-81 RI: Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, Ini Makna dan Cara Download Logo
PHK Tokopedia Disebut Menyisakan Sebagian Kecil Tim Teknologi
Beredar informasi bahwa lebih dari 450 karyawan teknologi Tokopedia dirumahkan dalam restrukturisasi terakhir. Sebelum bergabung dengan TikTok, divisi teknologi Tokopedia memiliki sekitar 1.100 karyawan.
Kini, jumlah personel teknologi yang masih bekerja di Indonesia disebut hanya sekitar 35 orang. Sebagian besar fungsi pengembangan teknologi disebut telah berada di bawah koordinasi tim ByteDance.
Namun, informasi tersebut berasal dari narasumber internal dan belum dikonfirmasi secara independen oleh perusahaan.
>>> Huawei Mate 90 Siapkan Gebrakan Baru Lewat Kamera Dual Periscope dan Baterai Jumbo
Selain tim teknologi, restrukturisasi juga berdampak pada unit lain, tetapi divisi strategis seperti bisnis, trust and safety, dan sebagian fungsi operasional tetap dipertahankan.
TikTok Tokopedia Jelaskan Alasan Restrukturisasi
Menanggapi kabar tersebut, juru bicara TikTok menyampaikan bahwa perusahaan sedang melakukan penyelarasan organisasi, khususnya pada divisi riset dan pengembangan (R&D).
Langkah ini bertujuan agar sumber daya lebih fokus mendukung inovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
>>> Sutradara Konfirmasi Pengembangan Cruella 2 Sudah Masuk Agenda
TikTok menjelaskan bahwa penyelarasan organisasi dilakukan untuk memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha, komunitas kreator, dan penjual di TikTok Shop maupun Tokopedia.