Harga pangan global mengalami penurunan tipis pada Juni 2026. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang meredakan kekhawatiran gangguan rantai pasok.
Indeks harga komoditas pangan yang disusun Food and Agriculture Organization (FAO) turun 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama didorong oleh harga biji-bijian dan gula.
>>> Driver Ojol Keluhkan Potongan Komisi 8% Tak Ubah Pendapatan
Kesepakatan damai sementara antara Washington dan Teheran membuka kembali arus perdagangan melalui Selat Hormuz. Jalur ini merupakan rute strategis bagi pengiriman biji-bijian, pupuk, dan solar.
Premi risiko akibat perang Iran yang sempat mendorong kenaikan harga komoditas pertanian dan pupuk mulai menghilang pada awal Juni.
Hal ini meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan berkepanjangan.
>>> APSyFI: Lonjakan Bahan Baku dan Impor Ilegal Tekan Industri Tekstil
Fokus Beralih ke Cuaca dan El Niño
Meski harga turun, perhatian pasar kini beralih ke faktor lain.
Musim panen di Belahan Bumi Utara dimulai dengan tantangan berupa penyusutan luas lahan tanam dan penurunan hasil panen.
Gelombang panas yang memecahkan rekor melanda Eropa dan cuaca buruk turut mempengaruhi produksi. Di sisi lain, fenomena El Niño yang mulai berkembang berpotensi mengganggu ketahanan pangan global.
>>> Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov DKI Percepat Pembangunan Tanggul Kali Grogol
El Niño dapat memicu banjir di satu wilayah dan kekeringan di wilayah lain. Dampaknya berpotensi merusak hasil panen di negara-negara produsen utama.
