Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kesiapannya untuk menyediakan lahan seluas lima hingga delapan hektare bagi pembangunan Sekolah Rakyat berasrama.
Sekolah tersebut direncanakan mampu menampung sekitar 1.000 siswa.
>>> Komdigi Ancam Blokir 25 PSE Privat yang Belum Daftar
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan pada Jumat, 3 Juli 2026.
"Jika memungkinkan, kami akan menyiapkan lahan sekitar lima hingga delapan hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat berasrama bagi sekitar 1.000 siswa di Jakarta," ujar Pramono.
Ia berharap sekolah ini dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki masa depan lebih baik.
Pramono menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk membuka peluang hidup yang lebih baik sekaligus memutus garis ketidakberuntungan antargenerasi.
Karena itu, berbagai program pendidikan yang berpihak kepada masyarakat terus diperkuat.
>>> Nilai Ekspor Industri Pengolahan Mei Turun, Nikel Naik 49%
"Tidak ada yang boleh tertinggal dalam memperoleh manfaat pembangunan.
Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang membuka harapan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik," katanya.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengubah masa depan mereka.
Pramono mengaku memahami pentingnya bantuan pendidikan karena pernah merasakannya sendiri.
"Saya merasakan sendiri bagaimana pentingnya bantuan pendidikan. Kalau dulu saya tidak mendapatkan beasiswa, mungkin saya tidak bisa melanjutkan sekolah.
>>> FBS Unas Gelar Seminar untuk Perkuat Usulan Sutan Takdir Alisjahbana sebagai Pahlawan Nasional 2026
Karena itu, saya percaya Sekolah Rakyat akan menjadi investasi jangka panjang bagi anak-anak Indonesia," ucapnya.