unique visitors counter
⌂ Beranda News Menteri Iran dan Oman Bahas Selat Hormuz di Tengah Ancaman Trump

Menteri Iran dan Oman Bahas Selat Hormuz di Tengah Ancaman Trump

Menteri Iran dan Oman Bahas Selat Hormuz di Tengah Ancaman Trump
Ilustrasi: Menteri Iran dan Oman Bahas Selat Hormuz di Tengah Ancaman Trump
A A Ukuran Teks16px

Tudingan Pelanggaran Kesepakatan

Araghchi juga menuduh AS melanggar kesepakatan sementara dengan mengakhiri pengecualian yang memungkinkan Iran menjual minyak mentah di pasar terbuka dengan dolar AS.

Washington mengakhiri pengecualian itu sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal di selat tersebut.

>>> Daftar HP Fast Charging 120W, Baterai Penuh dalam 30 Menit

“Reality check: Hanya ada kepatuhan bersama,” tulis Araghchi di X.

Ancaman Trump dan Serangan Balasan

Trump menulis di media sosial bahwa “seribu rudal sudah siap dan diarahkan ke Republik Islam Iran, dengan ribuan lagi akan segera menyusul, jika pemerintah Iran bertindak berdasarkan ancamannya.”

Ia mengatakan merespons ancaman “untuk membunuh, atau mencoba membunuh” dirinya.

in2

Saat pemakaman Khamenei, para pelayat membawa poster atau spanduk yang menyerukan agar Trump dibunuh bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Trump telah menyatakan gencatan senjata berakhir tetapi mengatakan AS akan melanjutkan negosiasi.

Pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa dimulainya kembali serangan dalam beberapa hari terakhir terjadi setelah apa yang mereka sebut sebagai faksi garis keras Iran yang nakal mencoba menyabotase gencatan senjata.

Iran bersikeras bahwa teokrasinya bersatu di bawah pemimpin tertinggi yang baru.

Setelah AS menyelesaikan serangan terbarunya pada Kamis, serangan lebih lanjut dilaporkan menghantam Iran, menimbulkan pertanyaan tentang siapa lagi yang mungkin menargetkan Republik Islam itu.

Israel tidak mengklaim serangan itu, yang berarti negara-negara Teluk Arab mungkin yang melancarkannya, kemungkinan sebagai cara untuk mencegah Iran menyerang mereka lagi.

Iran pada Kamis membalas serangan AS dengan menargetkan Bahrain, Yordania, Kuwait, dan Qatar.

>>> Pertagas Siap Dukung Program Masifikasi CNG Pemerintah

Serangan di Iran selama dua hari menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai 115 lainnya, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kermanpour.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot