unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Kembali Serang Iran, Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat

AS Kembali Serang Iran, Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat

AS Kembali Serang Iran, Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat
Ilustrasi: AS Kembali Serang Iran, Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat
A A Ukuran Teks16px

Militer AS sebelumnya pada Minggu mengatakan telah menghantam sekitar 140 target, termasuk lokasi peluncuran rudal dan drone, gudang amunisi, peralatan komunikasi, dan lokasi lainnya.

Serangan itu lebih berat dibandingkan beberapa hari terakhir.

AS telah melancarkan tiga putaran serangan udara yang menargetkan Iran dalam sepekan terakhir atas serangan terhadap kapal yang melintasi selat tersebut menggunakan rute lepas pantai Oman.

"Kami mengebom mereka habis-habisan tadi malam," kata Presiden Donald Trump kepada NBC.

Media semi-resmi Iran melaporkan seorang perwira angkatan laut tewas.

Iran membalas dengan menyerang negara-negara di kawasan yang menjadi tuan rumah pasukan militer AS, sambil bersikeras bahwa Iran sendiri yang harus mengendalikan selat tersebut.

in2

"Era kesepakatan sepihak SUDAH BERAKHIR," tulis Mohammad Bagher Qalibaf, juru bicara parlemen Iran dan negosiator utama. "Kami sudah bilang: tepati janji atau bayar harganya.

Kenyataan sedang mengetuk."

Iran mengatakan selat itu ditutup hingga ketenangan pulih, dan Teheran akan mempertimbangkan menargetkan "pangkalan musuh tambahan di kawasan" jika menghadapi lebih banyak serangan.

>>> OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejaksaan

Militer AS dan Trump menegaskan selat itu tetap terbuka.

Militer AS mengatakan lebih dari 140 kapal telah melintas dalam sepekan terakhir.

Sebuah badan multinasional yang diawasi Angkatan Laut AS mengatakan lalu lintas berlanjut "pada tingkat yang berkurang" di lepas pantai Oman dan Iran.

Sekitar seperlima dari seluruh minyak dan gas yang diperdagangkan melewati selat itu sebelum perang.

Cengkeraman Iran atas selat itu menyebabkan krisis energi global, meskipun harga minyak telah turun tajam sejak tertinggi masa perang sebesar $120 per barel.

Oman Panggil Dubes Iran

Peringatan rudal terdengar di beberapa negara Teluk. Militer Qatar mengatakan mencegat tembakan Iran yang masuk, dengan ledakan terdengar di Uni Emirat Arab.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot