Pasukan paramiliter Garda Revolusi Iran mengancam akan menghentikan semua ekspor energi dari Timur Tengah akibat blokade tersebut.
"Ekspor minyak dan gas dari kawasan ini akan untuk semua orang atau tidak untuk siapa pun," demikian pernyataan Garda.
Tak lama setelah AS melancarkan gelombang serangan ketiga dalam 24 jam, Trump mengatakan Iran siap mencapai kesepakatan damai, namun ia tidak merinci lebih lanjut.
"Mereka tidak suka dengan apa yang kami lakukan, dan mereka ingin menyelesaikannya.
Kami akan lihat apakah kami menyelesaikannya dengan mereka, atau kami menyelesaikannya begitu saja," ujarnya pada Rabu di sebuah pertemuan puncak pertahanan di US Army War College di Pennsylvania.
Kemudian pada Rabu, Trump mengatakan di media sosial bahwa Tehran memberikan "sikap itikad baik" dengan membebaskan seorang warga negara Amerika yang ditahan secara salah di Iran sejak 2024.
Ia tidak merilis rincian lebih lanjut.
Pengacara hak asasi manusia Jared Genser merilis pernyataan yang mengidentifikasi tahanan tersebut sebagai kliennya Dena Karari, warga negara AS-Iran yang menjalankan organisasi nirlaba dan didakwa melakukan spionase.
Serangan Udara AS dan Iran
AS melancarkan gelombang serangan yang menghantam puluhan target pada Rabu malam, demikian menurut Komando Pusat militer.
Serangan kemudian dilanjutkan pada siang hari, sebuah langkah yang tidak biasa yang menandakan meningkatnya tempo serangan.
Gelombang serangan lain dimulai pada Rabu malam.
Komando Pusat AS mengatakan kapal tanker minyak berbendera Curacao, Belma, yang berlayar menuju Pulau Kharg, "mengabaikan beberapa peringatan" sehingga pesawat AS melumpuhkan kapal dagang tersebut dengan menembakkan rudal Hellfire ke cerobong asap kapal.
Selain Belma yang kini lumpuh, militer AS mengatakan harus berkomunikasi dengan dua kapal dagang lainnya, namun mereka mematuhi instruksi untuk berbalik arah.
