unique visitors counter
⌂ Beranda News Iran Serang Bahrain dan Kuwait, AS Lancarkan Serangan Udara Balasan

Iran Serang Bahrain dan Kuwait, AS Lancarkan Serangan Udara Balasan

Iran Serang Bahrain dan Kuwait, AS Lancarkan Serangan Udara Balasan
Ilustrasi: Iran Serang Bahrain dan Kuwait, AS Lancarkan Serangan Udara Balasan
A A Ukuran Teks16px

Di antara target militer AS adalah Pulau Greater Tunb, yang dipandang sebagai titik strategis di Selat Hormuz.

Komando Pusat mengatakan serangan itu menargetkan pertahanan Iran dan situs rudal.

>>> ESDM Temukan Anomali Harga Ekspor Batu Bara, Singgung Dugaan Underinvoicing

Serangan lain menghantam barak Brigade Infanteri Mekanis ke-388 Iran, yang mengoperasikan tank dan kendaraan lapis baja, di provinsi Sistan dan Baluchestan, demikian laporan televisi pemerintah Iran.

Laporan tersebut mengatakan Amerika menembakkan setidaknya 13 rudal dalam serangan itu dan tujuh orang tewas termasuk tentara wajib militer dan karier.

Sejumlah tentara terluka.

in2

Lebih dari 35 orang tewas dan lebih dari 300 terluka akibat serangan udara AS dalam beberapa hari terakhir, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour.

Kermanpour tidak merinci angka antara warga sipil dan kombatan.

Pengumuman itu merupakan jumlah korban pertama yang diberikan oleh otoritas Iran untuk putaran pertempuran ini. Jumlah korban luka jauh lebih besar dibandingkan kekerasan sebelumnya antara Iran dan AS.

Angkatan Darat mengatakan akan memberikan "respons tegas," menurut TV pemerintah.

Laksamana Angkatan Laut AS Brad Cooper, yang memimpin Komando Pusat, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Iran telah meluncurkan puluhan rudal dan drone ke negara-negara tetangga Teluk Arab.

Peringatan rudal terdengar di Bahrain dan Kuwait pada Rabu saat mereka menghadapi serangan Iran.

Dalam sebuah unggahan di X, Kementerian Dalam Negeri Bahrain meminta warga untuk "menuju ke tempat terdekat yang aman."

Yordania mengatakan telah menembak jatuh tiga rudal Iran yang masuk. Iran mengklaim serangan terhadap ketiga negara yang menjadi pangkalan pasukan AS tersebut.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan secara daring, Qalibaf mengatakan Amerika Serikat tidak memenuhi ketentuan kesepakatan damai sementara, yang menurutnya mencakup "pengaturan Iran" atas Selat Hormuz.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot