Palamedes yang diutus Agamemnon menempatkan bayi Telemachus di jalur bajak. Odysseus membelokkan bajak agar anaknya tidak terluka, sehingga sandiwaranya terbongkar.
Ia pun dendam pada Palamedes.
Peran Penting dalam Perang Troya
Odysseus dan pasukan Agamemnon pergi ke Scyros untuk merekrut Achilles. Achilles dibutuhkan karena ramalan menyebut ia kunci kemenangan.
Thetis dan Peleus menyembunyikan Achilles di istana Raja Lycomedes dengan menyamar sebagai perempuan. Odysseus menyamar sebagai perempuan dan membawa senjata, yang menarik perhatian Achilles dan membongkar penyamarannya.
Peran Odysseus yang paling terkenal adalah ide Kuda Troya. Ia menggagas patung kuda besar yang bisa dimasuki pasukan Yunani.
Kuda itu ditinggalkan di pantai, sementara pasukan Yunani lainnya menjauh. Warga Troy membawa kuda ke kota tanpa curiga.
Malam harinya, prajurit Yunani keluar dan membuka jalan bagi pasukan Yunani untuk menjarah Troy.
>>> Alasan Avatar Aang: The Last Airbender Tayang Terbatas di Bioskop
Perjalanan Pulang: The Odyssey
Setelah 10 tahun Perang Troya, Odysseus dan timnya pulang ke Ithaca. Perjalanan inilah yang dikenal sebagai Odyssey.
Selama perjalanan, mereka mengalami berbagai rintangan: menyerang suku Cicones, prajurit kecanduan lotus, membutakan raksasa Polyphemus (anak Poseidon), dan melanggar perintah Aeolus sehingga kembali ke laut.
Odysseus kehilangan 11 dari 12 kapal akibat raksasa Laestrygones. Beberapa pasukan disihir menjadi babi oleh penyihir Circe.
Hermes memberi Odysseus obat moly untuk melawan sihir, dan Circe jatuh cinta padanya.
Odysseus turun ke dunia bawah untuk mendapat petunjuk. Ia bertemu roh Agamemnon dan peramal Tiresias yang menasihatinya tentang cara menebus kemarahan Poseidon.
Mereka juga menghadapi Sirene, arus Scylla dan Charybdis, serta monster berkepala enam.
Di Thrinacia, pasukan Odysseus memakan sapi milik Dewa Helios, sehingga Zeus mengirim badai yang menewaskan semua kecuali Odysseus.
