Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo Jatmiko K.
Santosa mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan tambahan 4 juta ton minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) per tahun untuk menjalankan program mandatori biodiesel B50.
>>> Daftar Harga iPhone Juli 2026 di Indonesia: Seri Baru dan Bekas
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Pekan Riset Sawit Indonesia 2026 pada Senin (20/7/2026).
Menurut Jatmiko, lompatan besar di sektor hilir CPO ini memerlukan kesiapan pasokan yang matang dari sektor hulu.
"Dalam waktu pendek, sudah jelas B50 memerlukan kurang lebih 4 juta ton [CPO] per tahun. Ini pada tahap awal sudah dapat dipastikan akan mengurangi ekspor CPO kita," ungkapnya.
>>> Spesifikasi Redmi Note 17 dan Redmi Note 17 Pro Terbaru, Siap Masuk Indonesia
Meskipun berdampak pada kuota ekspor CPO nasional, Jatmiko menilai kebijakan B50 merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian kondisi global.
"Langkah besar pemerintah ini adalah langkah yang sangat serius.
>>> Cara Instal Aplikasi Dapodik Terbaru untuk Tahun Ajaran 2026/2027
Di tengah gejolak dan situasi dunia yang tidak menentu, kemandirian energi serta ketahanan pangan menjadi kekuatan utama bagi bangsa Indonesia," tegasnya.
