Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama anggota Kabinet Merah Putih pada Senin (20/7/2026).
Dalam agenda tersebut, Kepala Negara memaparkan berbagai masalah yang telah dituntaskan serta capaian selama lebih dari satu tahun pemerintahannya.
>>> Kasus Curanmor di Sukmajaya Depok Turun 75 Persen Selama Operasi Berantas Jaya 2026
Prabowo menyebutkan bahwa pemerintah menghadapi sejumlah persoalan besar, seperti gaji guru yang masih rendah, lapangan kerja yang kurang, dan kemiskinan ekstrem yang masih melanda sebagian penduduk.
Ia juga menyoroti distorsi perekonomian akibat praktik under-invoicing, transfer pricing, dan penyelundupan.
"Telah mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan, ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun dengan praktik-praktik under-invoicing.
Under-invoicing adalah pemalsuan laporan perdagangan; transfer pricing; penyelundupan, hal-hal yang sungguh tidak masuk akal dan tidak adil bagi bangsa kita," ujar Prabowo.
>>> Bupati Pandeglang Tegaskan Komitmen Wujudkan Kabupaten Ramah Anak
Meskipun demikian, pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 108 masalah selama periode tersebut. Prabowo tidak merinci satu per satu, tetapi menyampaikan sejumlah capaian strategis.
Capaian Strategis Pemerintahan Prabowo
Beberapa capaian yang disebutkan antara lain swasembada delapan komoditas pangan, cadangan beras tertinggi, dan nilai tukar petani tertinggi.
Selain itu, swasembada bahan bakar minyak solar tercapai dengan biodiesel 50% (B50).
Proyek gas abadi Masela yang mangkrak selama 28 tahun akhirnya dimulai, dan kilang BBM Balikpapan telah selesai.
>>> ESDM Siapkan Skema Kuota Biodiesel B50 yang Lebih Dinamis
Pemerintah juga membentuk Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia serta mendirikan bank emas yang mengelola 153 ton emas.
