Elon Musk mendapat celaan setelah menyatakan bahwa teknologi kecerdasan buatannya, Grok, mampu membuat film The Odyssey yang lebih akurat secara historis.
Kritik keras datang dari sutradara Doctor Strange, Scott Derrickson, melalui media sosial X pada Selasa (21/7).
>>> KPop Demon Hunters Naik Peringkat di Top 10 Netflix Pekan ke-57
"Jelas @elonmusk tidak tahu apa-apa tentang sinema dan dia berhenti membaca di usia 20-an. Pendapatnya tentang seni tidak berharga," tulis Derrickson.
Musk sebelumnya sesumbar bahwa Grok Imagine bisa membuat film panjang The Odyssey yang akurat secara historis dan sesuai dengan karya seni Homer.
Pernyataan itu disertai unggahan klip pendek hasil AI yang menampilkan karakter serba berkulit putih, diduga sebagai respons terhadap kontroversi rasial dan gender di film The Odyssey versi Christopher Nolan.
Pada Maret 2026, Musk menuduh Nolan sebagai "rasis anti-Kulit Putih" karena memilih Lupita Nyong'o sebagai Helen dari Troya dan Elliot Page sebagai Sinon.
>>> Samsung Resmi Masuk Pasar Kacamata Pintar AI, Andalkan Gemini dan Android XR untuk Saingi Meta
Variety menduga klip AI Musk sengaja menampilkan pemeran berkulit putih untuk menyesuaikan keinginannya.
The Odyssey karya Nolan mengisahkan perjalanan Odysseus (Matt Damon) kembali ke Ithaca setelah Perang Troya.
Film ini dibintangi Matt Damon, Anne Hathaway, Zendaya, Tom Holland, Robert Pattinson, Lupita Nyong'o, Charlize Theron, John Leguizamo, dan Elliot Page.
>>> Lenovo Lecoo Pro 14 Resmi Meluncur, Laptop Tipis dengan RAM 24GB dan Dukungan eGPU OCuLink
Film tersebut tayang di bioskop Indonesia pada 15 Juli 2026 dan menjadi salah satu blockbuster terbesar tahun ini.
