unique visitors counter
⌂ Beranda News Pemain Sepak Bola Amputasi Gaza Berjuang Tampil di Panggung Global

Pemain Sepak Bola Amputasi Gaza Berjuang Tampil di Panggung Global

Pemain Sepak Bola Amputasi Gaza Berjuang Tampil di Panggung Global
Ilustrasi: Pemain Sepak Bola Amputasi Gaza Berjuang Tampil di Panggung Global
A A Ukuran Teks16px

Di Gaza yang dilanda perang, sekelompok pemain sepak bola muda yang kehilangan anggota tubuh tetap bertekad mengejar mimpi tampil di panggung global.

Mereka berlari di lapangan dengan kruk, menendang bola dengan satu kaki, dan menunjukkan bahwa semangat sepak bola tidak bisa dipadamkan oleh bom.

>>> Harga Emas Antam Hari Ini 24 Juli 2026 Anjlok Rp35.000 per Gram

Pemain yang Terluka Akibat Perang

Tim sepak bola amputasi Gaza terdiri dari para pemain yang kehilangan anggota tubuh dalam perang yang melanda wilayah tersebut.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Gaza memiliki lebih dari 5.000 orang yang diamputasi, satu dari lima di antaranya adalah anak-anak.

Rozan Khaira, seorang pelari berusia 24 tahun, kehilangan kaki kirinya pada November 2023 ketika sebuah peluru artileri mendarat di depan rumahnya.

Ayahnya juga harus menjalani amputasi kedua kakinya, sementara saudara laki-lakinya mengalami patah tulang panggul.

Karena sebagian besar rumah sakit tutup, Khaira tidak bisa mendapatkan perawatan tepat waktu. Infeksi semakin parah sehingga ia harus menjalani operasi amputasi lebih lanjut.

Ia menemukan penghiburan dalam sepak bola.

Awalnya, menggiring bola dengan satu kaki sambil menjaga keseimbangan di atas kruk terasa hampir mustahil, tetapi dengan latihan ia akhirnya mencetak gol pertamanya.

Rekan setimnya menjadi keluarga baru, dan lapangan sepak bola menjadi sumber kekuatan yang membuatnya terus bertahan.

“Saat saya melangkah ke lapangan, saya bisa mengesampingkan semua rasa sakit dan kenyataan pahit di luar,” kata Khaira.

Saadi Muhammad al-Masri, 40 tahun, yang bergabung dengan tim delapan tahun lalu, setuju.

“Berkumpul dan bermain sepak bola dengan orang lain yang mengalami rasa sakit yang sama adalah bagian dari proses penyembuhan,” ujarnya.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot