Kondisi Sulit dan Dukungan Minim
Namun, terus berlatih adalah perjuangan berat.
Sebagian besar lapangan sepak bola di Gaza hancur akibat bom atau diubah menjadi tempat penampungan sementara bagi warga yang mengungsi.
>>> Jadwal Piala Presiden 2026: Persib vs Arema di Hari Pertama
Setiap pekan, para pemain menempuh puluhan kilometer di jalan yang hancur untuk mencapai satu-satunya lapangan rumput yang masih tersedia di Deir al-Balah.
Pembatasan ketat Israel terhadap barang yang masuk ke Gaza membuat perlengkapan dasar seperti bola, sepatu, dan alat pelindung sulit didapatkan.
Peralatan khusus seperti kruk olahraga dan kaki palsu canggih praktis tidak tersedia.
“Kruk yang kami gunakan sekarang tidak dirancang untuk sepak bola, jadi mudah patah saat kami menendang bola dengan keras,” kata al-Masri.
Fouad Ibrahim Abu Ghalyoun, pendiri Asosiasi Sepak Bola Amputasi Palestina (PAFA), mengatakan FIFA telah berjanji mendukung pembangunan kembali infrastruktur sepak bola Gaza, tetapi belum ada bantuan internasional berarti yang terwujud di lapangan.
“Bahkan dewan perdamaian Gaza yang diusulkan tidak memiliki badan yang ditugaskan untuk mengawasi rekonstruksi infrastruktur olahraga,” katanya.
PAFA juga berharap dapat memperluas akademinya untuk melayani semakin banyak anak muda yang diamputasi, tetapi menghadapi kendala praktis yang parah.
Semangat Tak Padam
Meski demikian, para pemain terus berlari di lapangan.
Menurut Khaira, mereka bukan sekadar angka dalam laporan berita atau korban yang patus dikasihani, melainkan pemain sepak bola yang turun ke lapangan dan bertarung.
“Perang mungkin telah menghancurkan rumah dan stadion kami, serta mengambil sebagian tubuh kami, tetapi tidak mematahkan kemauan dan semangat kami,” katanya.
Al-Masri menambahkan, “Kami akan terus berjuang sampai mencapai tujuan kami, yaitu mengibarkan bendera Palestina di turnamen internasional.”
Piala Dunia Federasi Sepak Bola Amputasi Dunia akan digelar di Meksiko pada November mendatang, tetapi perang dan blokade menghalangi pemain Palestina untuk berpartisipasi bahkan di babak kualifikasi regional.
“Mengingat kehancuran dan tragedi yang dialami Gaza, dukungan komprehensif dari organisasi internasional sangat dibutuhkan, termasuk langkah-langkah yang menjamin partisipasi kami di kompetisi internasional,” kata Abu Ghalyoun.
>>> Trump Patok Tarif Impor Baru Hingga 12,5% Bagi Mitra Dagang
Meski harapan Piala Dunia kali ini pupus, perjalanan mereka terus berlanjut di jantung Gaza, terus menendang bola menuju harapan dengan satu kaki.
