Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan pelemahan pada perdagangan Rabu (29/7/2026) pagi.
Setelah dibuka melemah 0,12% ke posisi Rp18.088/US$, rupiah semakin tertekan dan mencapai level Rp18.108/US$ pada pukul 09:04 WIB, atau melemah 0,23%.
>>> Korban Tewas Gempa Jepang Jadi 13, Pencarian Korban Hilang Berlanjut
Level tersebut merupakan yang terendah sejak rupiah berusaha pulih dari tekanan pada pertengahan Juni 2026.
Pelemahan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali terkerek ke US$88,05/barel pada pukul 08:49 WIB, setelah sebelumnya sempat melandai di US$84,09/barel.
>>> Kemenkes Jawab Kritikan Jam Kerja Dokter Magang: 40 Jam/Minggu
Sentimen Global Membebani
Kenaikan harga minyak dipicu oleh serangan dadakan Iran terhadap pasukan AS. Ketegangan ini kembali memunculkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan energi di Timur Tengah.
>>> IHSG Diprediksi Terbatas, Uji Support di 6.050
Pasar pun merespons dengan mengalihkan aset ke instrumen safe haven seperti dolar AS. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama kembali terapresiasi ke level 101,41.

