Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai Bank Indonesia (BI) tidak bisa bekerja sendiri dalam menstabilkan nilai tukar rupiah.
Pasalnya, pergerakan rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh investor asing.
>>> Korban Tewas Gempa Jepang Jadi 13, Pencarian Korban Hilang Berlanjut
Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Analisis Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia, Aviliani, mengatakan penguatan rupiah selama ini lebih didominasi investor asing, terutama di pasar saham dan obligasi.
Hal itu disampaikannya pada Selasa (28/7/2026).
>>> Kemenkes Jawab Kritikan Jam Kerja Dokter Magang: 40 Jam/Minggu
Menurut Aviliani, ketika banyak investor asing keluar dan enggan masuk, BI tidak mampu menstabilkan nilai tukar sendirian. Faktor kepercayaan investor asing menjadi krusial.
Ia menambahkan, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan Foreign Direct Investment (FDI). Di sisi lain, pengusaha berharap kenaikan ekspor dapat berdampak langsung pada nilai tukar.
>>> IHSG Diprediksi Terbatas, Uji Support di 6.050
"Jadi DHE (Devisa Hasil Ekspor) saja tidak cukup untuk menstabilkan nilai tukar," ujar Aviliani.

