unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Larang Impor Robot Humanoid China, Ini Alasan di Balik Kebijakan Donald Trump
News

AS Larang Impor Robot Humanoid China, Ini Alasan di Balik Kebijakan Donald Trump

Robot humanoid buatan China yang dilarang diimpor ke AS
AS Larang Impor Robot Humanoid China, Ini Alasan di Balik Kebijakan Donald Trump
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengambil langkah tegas dengan melarang impor robot humanoid, robot anjing, serta perangkat power inverter buatan China.

Kebijakan ini diumumkan oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC) pada Selasa (28/7).

Pemerintah AS menilai perangkat-perangkat tersebut berpotensi menjadi celah keamanan yang dapat mengancam infrastruktur vital dan memperbesar risiko serangan siber.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi Washington untuk memperkuat rantai pasok industri AI dan mendorong manufaktur teknologi strategis kembali ke dalam negeri.

Kekhawatiran Keamanan Nasional

Dalam pernyataan resminya, FCC menegaskan bahwa robot berbasis AI dan perangkat inverter memiliki peran penting di berbagai sektor, mulai dari manufaktur hingga pusat data yang menopang perkembangan AI.

"Perangkat-perangkat ini berpotensi menciptakan celah kerentanan pada rantai pasok yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi serta keamanan nasional AS, sekaligus menimbulkan risiko siber bagi infrastruktur vital Amerika," tulis FCC.

Ketua FCC Brendan Carr memastikan lembaganya akan terus mengambil langkah untuk menjaga keamanan rantai pasok nasional dari potensi ancaman asing.

Kekhawatiran tersebut muncul karena robot modern mampu mengumpulkan berbagai jenis data melalui kamera, sensor, hingga koneksi internet.

Pemerintah AS menilai kemampuan tersebut berpotensi disalahgunakan apabila perangkat berasal dari pihak yang dianggap memiliki hubungan erat dengan pemerintah asing.

Unitree Diprediksi Paling Terdampak

Salah satu perusahaan yang diperkirakan menerima dampak terbesar adalah Unitree, produsen robot humanoid asal China yang menguasai hampir 20 persen pasar global.

Perusahaan tersebut sebelumnya telah masuk dalam daftar perusahaan yang dinilai memiliki keterkaitan dengan militer China oleh Departemen Pertahanan AS.

Status itu membuat Unitree berpotensi menghadapi pembatasan yang lebih luas di masa mendatang.

Di sisi lain, Unitree sempat menjalin kerja sama dengan Nvidia untuk memanfaatkan chip AI Blackwell sebagai sistem komputasi robot mereka.

Nvidia sendiri menyatakan bahwa data robot yang digunakan pelanggan di Amerika tetap diproses dan disimpan di wilayah AS.

📰 Update Terbaru