Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) mengusulkan dua opsi bagi perusahaan smelter nikel eksisting dalam pengembangan logam tanah jarang (LTJ).
Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah menilai perusahaan smelter perlu diberikan pilihan tersebut.
Menurutnya, smelter eksisting bisa hanya memasok bahan baku atau residu LTJ untuk diolah pada industri lanjutan.
Selain itu, smelter yang sudah terbangun dapat didorong secara perlahan untuk melakukan pengembangan LTJ ke tahap yang lebih hilir.
Hal itu bisa dilakukan dengan catatan sudah terdapat kajian dan memiliki nilai keekonomian yang menarik.
"Industri nikel yang saat ini telah beroperasi dapat diberikan sejumlah pilihan peran.
Smelter, misalnya, dapat berfungsi sebagai penyedia bahan baku atau residu awal dengan skema recovery dan insentif yang wajar.
Smelter juga dapat didorong untuk melakukan pengembangan ke tahap yang lebih hilir," kata Arif kepada Bloomberg Technoz, dikutip Jumat (31/7/2026).
