Migran yang ditangkap di perbatasan dibawa lebih jauh ke Maroko, menjauh dari Ceuta, "tetapi orang-orang masih datang," katanya.
Reaksi Spanyol dan Maroko
Duta Besar Maroko untuk Spanyol menyatakan harapan agar mereka yang menyeberang dari Maroko ke eksklave Spanyol akan kembali.
Karima Benyaich menggambarkan situasi di Ceuta sebagai sulit, dan mengatakan hal itu terjadi di luar keinginan Maroko.
"Kami selalu memprioritaskan migrasi yang legal, teratur, dan aman untuk semua," katanya.
Benyaich tidak berkomentar tentang apa yang mendorong migran menyeberang ke Ceuta.
Namun, otoritas di Ceuta dan Madrid mengaitkannya dengan keputusan baru-baru ini oleh Mahkamah Agung Spanyol yang memutuskan bahwa migran yang tiba melalui laut tidak dapat dideportasi secara singkat, tidak seperti mereka yang menyeberang melalui darat atau memanjat pagar perbatasan.
Spanyol adalah titik masuk utama ke Eropa bagi migran yang mencari peluang ekonomi lebih baik atau melarikan diri dari kekerasan di negara asal mereka.
Untuk mencapai Ceuta, yang terletak di pantai utara Afrika, migran sering berenang dari kota Maroko, Fnideq, menempuh jarak sekitar 3 mil (5 kilometer) untuk mencapai wilayah Spanyol.
>>> Peredaran Obat Keras di Jakpus Marak, 118.494 Butir Disita
Yang lain mencoba menyeberang dari kota terdekat Belyounech, yang jaraknya lebih pendek.
Pemimpin Spanyol dikritik di dalam dan luar negeri
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dijadwalkan mengunjungi Ceuta pada Jumat setelah otoritas setempat meminta Madrid untuk mengerahkan tentara.
Sánchez telah melawan tren anti-migrasi yang berkembang di Eropa dan AS.
Sementara pemerintahan Trump dan negara-negara Eropa lainnya memperketat perbatasan dan meningkatkan deportasi, Spanyol awal tahun ini bergerak untuk memberikan tempat tinggal dan izin kerja kepada ratusan ribu migran yang sudah tinggal di negara itu tanpa izin.
