Perkembangan kecerdasan buatan (AI) terus memicu kekhawatiran tentang masa depan pekerjaan, terutama bagi tenaga kerja pemula.
Namun, riset terbaru menunjukkan AI diperkirakan tidak hanya menggantikan pekerjaan, tetapi juga membuka peluang profesi baru dalam beberapa tahun mendatang.
>>> BGN Siap Jalankan Putusan MK soal Pemisahan Anggaran MBG dari Pendidikan
Mayoritas Perusahaan Optimistis AI Ciptakan Pekerjaan Baru
Studi berjudul The AI Workforce Pulse yang dirilis Cognizant bersama Pearson menemukan mayoritas perusahaan percaya AI akan mengubah karakter pekerjaan dibanding menghilangkan lapangan kerja.
Peran pekerja entry-level diproyeksikan beralih dari tugas administratif dan berulang menuju fungsi yang lebih strategis, seperti mengawasi serta berkolaborasi dengan sistem AI.
Survei yang melibatkan 750 pimpinan sumber daya manusia (HR) di Amerika Serikat, Inggris, dan India menunjukkan sebanyak 94 persen responden memperkirakan AI akan melahirkan jenis pekerjaan entry-level baru dalam lima tahun ke depan.
>>> Polisi Jelang HUT RI ke-81: Jakarta Aman dan Kondusif
Selain itu, 96 persen responden menilai posisi pekerja level pemula akan mengalami perubahan signifikan.
Tugas-tugas rutin yang selama ini mendominasi diprediksi semakin banyak diotomatisasi, sementara pekerja akan lebih berfokus pada pengawasan, pengelolaan, hingga kolaborasi dengan teknologi AI.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa transformasi AI lebih banyak mengubah cara bekerja dibanding menghilangkan kebutuhan terhadap tenaga kerja.
>>> Daftar Harga iPhone Bekas Juli 2026: dari iPhone 13 hingga iPhone 17
Kebutuhan Keterampilan Berubah Seiring Adopsi AI
Chief People Officer Cognizant, Kathy Diaz, mengatakan perkembangan AI mendorong perubahan besar terhadap kompetensi yang dibutuhkan perusahaan, terutama pada posisi entry-level.

