Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membantah berbagai tudingan yang dialamatkan kepada kliennya. Bantahan itu mencakup isu perselingkuhan, pinjaman online (pinjol), hingga polemik dokumen aset dan pengasuhan anak.
Menanggapi isu perselingkuhan, Minola menegaskan tuduhan tersebut tidak berdasar. Ia menantang pihak yang menuduh untuk membuktikannya.
"Buktikan kalau memang Ruben selingkuh. Emangnya Ruben dekat dengan orang lain?"
kata Minola, Kamis (30/7).
Minola menjelaskan, kasur yang diceritakan Sarwendah dalam podcast bersama Denny Sumargo merupakan barang endorsement. Kasur itu ditempatkan di lokasi lain karena rumah Ruben sedang direnovasi.
"Ruben itu endorse tempat tidur (kasur).
Kalau dia dapat kasur endorse dan ditaruh di tempat lain karena rumahnya lagi direnovasi, apakah itu tandanya dia selingkuh?"
ujarnya.
Ia menambahkan, "Sebelum ada isu selingkuh, kan saya sudah bilang dia endorse kasur. Kalau suatu tuduhan tidak dapat dibuktikan, itu fitnah."
Minola juga menyayangkan isu yang melebar. "Kita ini persoalannya masalah anak yang tidak berkumpul bersama Ruben, kok larinya ke dugaan selingkuh?
Kasur? Kejauhan," katanya.
Bantahan soal Pinjol
Minola membantah tudingan bahwa Ruben memiliki pinjaman online. Isu itu muncul setelah debt collector disebut datang ke rumah Sarwendah.
"Buktikan aja kalau memang Ruben ada pinjol.
Kalau pinjol, OJK tuh sudah ada aturan tidak boleh menagih ke rumah di atas jam kerja," kata Minola.
Ia juga mempertanyakan logika di balik tuduhan tersebut. "Lagipula ngapain Ruben pinjol kalau dia bisa pinjam ke bank?
Kalaupun debt collector datang ke rumahnya dia (Sarwendah), kan berarti pinjolnya sekarang nih setelah berpisah. Kan enggak mungkin Ruben memberikan alamat rumah Cilandak."
Minola menambahkan, "Setahun ini sudah kami sanggah, alamat terbaru Ruben sudah ada, kerjanya di stasiun televisi. Ngapain pinjol datang ke rumah yang jelas-jelas Ruben enggak ada di situ?
Pakai logika aja, hukum itu logika."
Polemik Dokumen Aset
Minola juga meluruskan polemik mengenai dokumen aset, termasuk rumah di Rempoa. Ia membantah adanya permintaan surat rumah dari Sarwendah oleh Ruben.
Sebaliknya, menurutnya, pihak Ruben lebih dahulu mengirim surat kepada kuasa hukum Sarwendah untuk meminta sertifikat vila yang masih dikuasai Sarwendah.
Menurut Minola, pihak Sarwendah saat itu menyatakan keberatan menyerahkan dokumen karena masih ada perhitungan harta bersama. Ia menyinggung rangkaian konferensi pers yang dilakukan kedua belah pihak setelahnya.
Minola mengatakan pihak Sarwendah lebih dulu membawa persoalan tersebut ke ruang publik dengan menyampaikan isu nafkah anak.
"Tiba-tiba tanggal 31 Mei 2026, mereka preskon duluan dengan judul 'Ruben sudah tidak nafkahi anak sejak akhir tahun 2025'.
Malamnya kami gunakan hak jawab kami. Besoknya mereka preskon lagi.
Gara-gara dia preskon lagi, Ruben minta saya keluar lagi membalas. Di situ lah saya bilang, 'Kenapa sih kita berbalas pantun?'"
Komunikasi Pengasuhan Anak
Dalam kesempatan yang sama, Minola memperlihatkan sejumlah percakapan WhatsApp antara Ruben dan Sarwendah. Isi percakapan itu disebut menunjukkan sulitnya komunikasi mengenai pengasuhan anak.
Menurutnya, Ruben beberapa kali meminta koordinasi terkait kegiatan anak-anak, termasuk pembagian rapor dan jadwal bertemu.
"Makanya karena tentang anak ini enggak nyambung, Ruben tunjuk pengacara. Bukan untuk ngerebutin, tapi biar ada kesepakatan yang jelas," ujarnya.
Permasalahan antara Ruben dan Sarwendah meningkat setelah mereka bercerai. Pembagian waktu bertemu anak dinilai sulit oleh pihak Ruben.
Konflik keduanya kemudian melebar ke silang pendapat mengenai nafkah, klaim utang renovasi rumah, serta hadirnya pihak ketiga di lingkaran pengasuhan.
Akhirnya, Ruben Onsu melayangkan gugatan resmi hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.