Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Danantara, Dony Oskaria, mengakui beban keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh ditanggung oleh pemegang saham dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).
Konsorsium yang terdiri dari PT Kereta Api Indonesia, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII memiliki saham sekitar 60% di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
>>> Alasan Laporan Keuangan Danantara Butuh Waktu untuk Dirilis
Dony menyebut terdapat tagihan yang belum diselesaikan dalam proyek tersebut.
"Kalau ditanya dulu kenapa begitu? Ya tentu silakan cari tahu.
Namun, saya hanya membenarkan bahwa memang ya terbebani. WIKA terbebani, mereka punya saham di KCIC.
>>> DEN Usul Perluas Mandat BPDP untuk Kelola Dana Bioetanol
Ada tagihan dia yang juga belum diselesaikan, ini menjadi beban buat mereka," ujar Dony di Istana Kepresidenan, Jumat (31/7/2026).
Dony mengatakan Danantara tengah berupaya menyelesaikan persoalan yang ada di badan usaha milik negara (BUMN).
>>> Panduan Berkunjung ke GIIAS 2026 Akhir Pekan: Tiket, Parkir, dan Shuttle Bus
Dia juga menyinggung sederet permasalahan yang belakangan terjadi, termasuk dugaan rekayasa keuangan di PT Pos Indonesia.

