Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (Paspi) Tungkot Sipayung mengusulkan pemerintah mencari sumber pembiayaan baru untuk program mandatori bioetanol.
Menurutnya, pemerintah dapat memberlakukan kebijakan pungutan impor (import levy) untuk bensin fosil dan gula.
"Memberlakukan import levy untuk impor bensin fosil sangat logis untuk dilakukan.
Kombinasi sumber pembiayaan dari levy bensin fosil impor dan levy impor gula diperkirakan mampu membiayai mandatori bioetanol bergerak dari E10 ke E20," ujar Tungkot kepada Bloomberg Technoz, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Pengenaan pungutan impor pada bensin fosil dinilai rasional karena sejalan dengan tujuan mandatori bioetanol, yaitu mengurangi ketergantungan pada bensin fosil impor melalui substitusi bioetanol domestik.
Selain bensin, Paspi juga mengusulkan pungutan impor untuk komoditas gula. Saat ini, volume impor gula Indonesia mencapai sekitar 4 juta ton per tahun dan terus meningkat.