Jumlah penerima bantuan pangan masih sama dengan tahap pertama, yaitu 33.244.408 penerima. Hal ini disampaikan oleh Rachmi.
Koordinasi dan Prioritas Wilayah
Koordinasi tingkat daerah antara pemerintah daerah dan kantor wilayah Bulog diminta segera berjalan. Hal ini untuk memastikan pemeriksaan kualitas serta kuantitas stok beras.
Rachmi meminta Pimwil Pimca Bulog segera bersiap dan berkoordinasi dengan dinas terkait. Pemeriksaan kualitas dan jumlah beras yang akan dibagikan perlu dilakukan secepatnya.
Wilayah dengan kendala geografis seperti Papua diinstruksikan untuk mendahulukan penanganan logistik ke kawasan terpencil. Bulog wilayah Papua diminta segera menggerakkan transportasi dan gudang.
Rachmi berharap penyaluran bantuan pangan tahap ini bisa mencapai 100 persen. Daerah-daerah remote menjadi prioritas.
Program alokasi tiga bulan ini menyerap anggaran negara sebesar Rp 17,52 triliun. Total volume beras mencapai 997,2 ribu ton.
Pada tahap pertama alokasi Februari dan Maret 2026, realisasi bantuan telah menyasar 33,14 juta keluarga penerima manfaat.
>>> Korea Selatan Terbitkan Instruksi Darurat Gelombang Panas, Suhu Capai Rekor
Angka tersebut mencapai 99,7 persen.
