unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Busan Manfaatkan Wisata untuk Selamatkan Haenyeo, Penyelam Perempuan Tradisional

Busan Manfaatkan Wisata untuk Selamatkan Haenyeo, Penyelam Perempuan Tradisional

Busan Manfaatkan Wisata untuk Selamatkan Haenyeo, Penyelam Perempuan Tradisional
Ilustrasi: Busan Manfaatkan Wisata untuk Selamatkan Haenyeo, Penyelam Perempuan Tradisional
A A Ukuran Teks16px

Busan, kota pelabuhan di selatan Korea Selatan, meluncurkan inisiatif baru untuk melestarikan warisan budaya haenyeo, penyelam perempuan tradisional yang mencari hasil laut tanpa alat bantu pernapasan.

Program bertajuk Learn the Sea with Haenyeo ini dimulai pada 4 Agustus dan berlangsung hingga September di Pantai Gamji, Pulau Yeongdo.

>>> 7 Taman Alam di Gyeonggi untuk Liburan Musim Panas Dekat Seoul

Inisiatif ini diselenggarakan oleh Busan Tourism Organization bersama pemerintah kota, dengan total 20 sesi yang dirancang sebagai pengalaman imersif bagi wisatawan.

Pengalaman Langsung Bersama Haenyeo

Setiap sesi berlangsung selama tiga jam, di mana peserta akan dipasangkan langsung dengan haenyeo aktif setempat.

Kegiatan dimulai dengan sesi bercerita, di mana para penyelam berbagi kisah pribadi dan wawasan tentang kehidupan laut.

Setelah itu, instruktur keselamatan bersertifikat memandu kelompok kecil maksimal 15 orang untuk melakukan snorkeling di perairan pantai.

Peserta dan penyelam bersama-sama mengamati kehidupan laut asli, lalu menutup sesi dengan hidangan khas pantai: ramen seafood segar dan gimbap.

Strategi Ekonomi dan Pelestarian

Selain pelestarian budaya, proyek ini juga bertujuan menghidupkan kembali ekonomi lokal.

Sesi dijadwalkan terutama pada hari kerja di bulan Agustus, kemudian diperluas ke hari Sabtu di bulan September.

>>> Monumen Bersejarah Korea Hidup di Bawah Langit Agustus

Dengan begitu, wisatawan diharapkan dapat membelanjakan uangnya di restoran, kafe, dan toko keluarga di sekitar pantai selama jam-jam sepi.

Langkah ini muncul saat ekonomi perkotaan Korea beralih ke pariwisata berkelanjutan yang menghormati identitas regional.

Meskipun Pulau Jeju tetap menjadi pusat haenyeo paling terkenal, penyelam di Busan menghadapi tekanan dari pembangunan pesisir dan perubahan ekosistem laut.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot