Dengan menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan bagi penyelam yang menua dan pedagang lokal, pemerintah kota berharap dapat membangun model pariwisata berbasis komunitas.
Program ini dibanderol 30.000 won (sekitar Rp350 ribu) per orang, sudah termasuk perlengkapan, instruksi keselamatan, bimbingan budaya, dan makan siang.
Sesi terbuka untuk siapa saja berusia 10 tahun ke atas dengan reservasi terlebih dahulu.
Seorang perwakilan Busan Tourism Organization mengatakan, "Ini bukan sekadar wisata air. Ini adalah jembatan yang menghubungkan wisatawan dengan warisan budaya hidup yang cepat menghilang."
>>> Gereja Tanpa Salib? Menjelajahi Tempat Ibadah Paling Unik di Korea
Saat komunitas pelaut bersejarah Korea beradaptasi dengan era modern, inisiatif seperti ini diharapkan menjadi penyelamat, memastikan kisah haenyeo terus bergema lama setelah penyelaman terakhir mereka.
