Microsoft secara resmi mengonfirmasi rencana ambisiusnya untuk meluncurkan Copilot Super App, sebuah aplikasi kecerdasan buatan (AI) terpadu yang akan menggabungkan seluruh kemampuan Copilot ke dalam satu pengalaman tunggal.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Microsoft, Satya Nadella, dalam panggilan pendapatan (earnings call) perusahaan baru-baru ini, menandai langkah besar Microsoft dalam perlombaan menciptakan "aplikasi super" AI.
>>> Samsung Galaxy F70 Pro Resmi: Harga dan Spesifikasi Terungkap
Aplikasi ini dirancang untuk menjadi pusat kendali bagi semua layanan AI Microsoft, menggantikan pengalaman yang selama ini tersebar di berbagai aplikasi dan platform.
Rencananya, Copilot Super App akan dirilis pada akhir tahun 2026 dan akan tersedia untuk pengguna individu maupun pelanggan bisnis.
Lebih dari Sekadar Chatbot
Copilot Super App bukan sekadar chatbot biasa. Ini adalah evolusi besar dari asisten AI Microsoft menjadi sebuah platform produktivitas yang komprehensif.
Aplikasi ini akan memadukan beberapa elemen kunci dari ekosistem Copilot ke dalam satu antarmuka, termasuk fungsi chat untuk menjawab pertanyaan dan membantu tugas sehari-hari.
Kemampuan pemrograman yang sebelumnya dikenal melalui GitHub Copilot kini diintegrasikan langsung ke dalam aplikasi utama. Ini memungkinkan pengguna, baik developer maupun non-developer, untuk menulis, meninjau, dan memperbaiki kode.
>>> Galaxy Tab S12 Ultra Muncul di Geekbench, Pakai Dimensity 9500!
Ada juga fitur kolaborasi yang dirancang untuk menyelesaikan tugas-tugas kompleks dan multi-langkah secara bersama-sama dengan AI.
Tidak hanya sekadar menjawab, fitur ini dapat bertindak seperti rekan kerja yang membantu menyelesaikan proyek panjang.
Selain itu, terdapat agen AI otonom yang mampu menjalankan alur kerja panjang dengan campur tangan manusia yang minimal.
Agen ini dapat ditugaskan untuk melakukan tugas-tugas latar belakang yang kompleks, seperti mengelola operasi TI, keamanan, atau proses bisnis.
Dengan menggabungkan semua ini, Microsoft bertujuan agar Copilot menjadi antarmuka AI utama yang digunakan pengguna untuk berbagai aktivitas, mulai dari menulis email hingga menulis kode program.
>>> Rencana Barbie 2 Terancam Batal, Studio Tolak Naikkan Bayaran Bintang
Nadella menjelaskan bahwa Copilot telah melalui tiga tahap evolusi—dari alat chat yang responsif, ke kolaborasi tim, dan kini ke penyelesaian tugas latar belakang yang otonom—dan semuanya akan disatukan dalam satu aplikasi.
