"Orang kalau ketemu saya di luar yang diingat itu nama perannya, 'Itu Boneng loh.' Saya iya-iya aja.
Akhirnya resmi nggak resmi itu menjadi nama saya yang panggilan orang ke saya," sambungnya.
Perjuangan Melawan Asma
Pada Februari 2026, Diding sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif di Radjak Hospital akibat penyakit asma.
Ia telah berjuang melawan gangguan pernapasan tersebut dalam tiga tahun terakhir.
Diding menduga penyakit itu muncul saat terlibat proyek film horor yang pengambilan gambarnya berlangsung di hutan selama 80 hari.
Faktor cuaca malam dan asap buatan yang masif di lokasi syuting diyakini memicu asma.
"Saya sadar, ini mulainya sejak pulang syuting film. Waktu itu 80 persen adegan malam hari dan selalu pakai efek asap buatan.
Mungkin itu penyebabnya," ujarnya.
Dedikasi untuk Seni
Hingga akhir usianya, Diding dikenal sebagai seniman yang penuh dedikasi. Ia tidak hanya berkarya untuk dirinya sendiri, tetapi juga meneruskan ilmu kepada generasi mendatang.
Sanggar Perkasa menyampaikan ucapan terima kasih atas ilmu dan inspirasi yang diberikan Diding kepada anak-anak sanggar. "Selamat jalan, Bung, Abang, Opa, Diding.
>>> Rencana Barbie 2 Terancam Batal, Studio Tolak Naikkan Bayaran Bintang
Jasa dan ilmu yang telah Bung titipkan akan terus hidup dalam setiap langkah dan karya anak-anak Sanggar Perkasa."
