unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Takut Jauh dari HP? Ini Tanda-Tanda Nomophobia yang Perlu Diwaspadai

Takut Jauh dari HP? Ini Tanda-Tanda Nomophobia yang Perlu Diwaspadai

Takut Jauh dari HP? Ini Tanda-Tanda Nomophobia yang Perlu Diwaspadai
Ilustrasi: Takut Jauh dari HP? Ini Tanda-Tanda Nomophobia yang Perlu Diwaspadai
A A Ukuran Teks16px

Pernah merasa cemas, gelisah, atau panik saat lupa membawa ponsel? Atau merasa tidak tenang jika baterai habis dan tidak bisa mengakses notifikasi?

Jika ya, Anda mungkin mengalami nomophobia.

>>> Honor Band 11 dan 11 Pro Resmi Meluncur, Baterai Tahan 26 Hari

Nomophobia adalah istilah medis untuk ketakutan ekstrem terhadap kondisi tidak memiliki atau tidak bisa menggunakan ponsel pintar.

Apa Itu Nomophobia?

Nomophobia adalah singkatan dari "NO MObile PHone PhoBIA". Istilah ini pertama kali muncul dalam survei pemerintah Inggris tahun 2008.

Secara klinis, nomophobia digambarkan sebagai ketakutan irasional atau kecemasan intens yang muncul ketika seseorang tidak membawa ponsel, kehabisan baterai, tidak ada sinyal atau internet, atau terpisah dari perangkat dalam waktu lama.

Meski belum secara resmi masuk dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), banyak ahli menyebutnya sebagai bentuk kecemasan situasional modern.

Gejala Umum Nomophobia

Pengidap nomophobia bisa mengalami berbagai gejala, baik emosional maupun fisik, seperti kecemasan berlebihan saat tidak memegang HP, detak jantung meningkat, berkeringat dingin atau tangan gemetar, sesak napas, perasaan kosong atau terisolasi, dan obsesi mengecek notifikasi meski tidak ada bunyi.

Gejala ini mirip dengan serangan panik, dan pada kasus parah, bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, misalnya takut pergi ke tempat tanpa sinyal atau menolak meletakkan HP saat rapat.

>>> Bayar Lunas, Cha Eun-woo Tetap Ajukan Banding Pajak Rp163 M

Penyebab: Fobia atau Kecanduan?

Hingga kini, para peneliti masih memperdebatkan klasifikasi nomophobia. Ada dua pandangan utama.

Pertama, sebagai bentuk fobia spesifik.

Beberapa studi, seperti di Journal of Family Medicine and Primary Care (2019), mengaitkannya dengan gangguan kecemasan yang sudah ada, seperti kecemasan sosial, gangguan panik, dan rendahnya harga diri.

Dalam kasus ini, ponsel menjadi "pelindung" dari ketidaknyamanan sosial.

Kedua, sebagai bentuk kecanduan perilaku.

Studi lain (2016) berargumen bahwa nomophobia lebih tepat disebut "gangguan kecanduan ponsel", karena didorong oleh dopamin instan dari notifikasi, kebutuhan akan validasi sosial, dan ketergantungan pada komunikasi real-time.

>>> Oppo Find X10 Ultra: Sensor Samsung atau OmniVision untuk Zoom 10x?

Para penulis studi ini bahkan mengusulkan istilah baru: "Smartphone Use Disorder".

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot