unique visitors counter
⌂ Beranda News Mindfulness: Seni Menyadari Pikiran dan Emosi Tanpa Menghakimi
News

Mindfulness: Seni Menyadari Pikiran dan Emosi Tanpa Menghakimi

Ilustrasi seseorang melatih mindfulness dengan fokus pada pernapasan
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Istilah mindfulness semakin sering muncul dalam pembahasan kesehatan mental dan gaya hidup.

Secara sederhana, mindfulness adalah kemampuan menyadari apa yang sedang terjadi pada diri sendiri, mulai dari pikiran, perasaan, kondisi tubuh, hingga lingkungan sekitar.

Konsep ini bukan berarti seseorang harus mengosongkan pikirannya.

Mindfulness justru mengajak menyadari berbagai pikiran dan emosi yang muncul tanpa buru-buru menghakimi atau menganggapnya salah.

Greater Good Science Center dari University of California, Berkeley, menjelaskan mindfulness sebagai kemampuan memperhatikan pengalaman yang sedang berlangsung saat ini dengan sikap terbuka dan tanpa menghakimi.

Hadir di Sini dan Saat Ini

Salah satu bagian penting dari mindfulness adalah hadir di sini dan saat ini.

Perhatian diarahkan pada pengalaman yang sedang berlangsung, bukan terus terbawa penyesalan masa lalu atau kekhawatiran mengenai sesuatu yang belum terjadi.

Psikologi Universitas Indonesia juga menjelaskan mindfulness sebagai kondisi ketika seseorang memberikan perhatian terhadap pengalaman yang terjadi saat ini.

Ada pula prinsip non-judgmental atau tanpa penghakiman.

Ketika muncul rasa cemas, sedih, marah, maupun kecewa, seseorang tidak perlu langsung memberi label bahwa emosi tersebut buruk.

Emosi cukup dikenali dan diamati terlebih dahulu.

Mindfulness bukan berarti tidak memiliki pikiran atau emosi negatif, tetapi menyadari bahwa pikiran dan emosi tersebut sedang muncul.

Dalam praktiknya, mindfulness bisa dimulai dari hal sederhana.

Misalnya, ketika sedang makan, seseorang benar-benar memperhatikan rasa, aroma, tekstur, dan suhu makanan, bukan sekadar makan sambil sibuk melihat layar ponsel.

Melatih mindfulness tidak selalu membutuhkan sesi meditasi panjang.

Beberapa kebiasaan kecil, seperti fokus pada pernapasan, dapat menjadi langkah awal untuk lebih sadar pada pikiran dan perasaan.

📰 Update Terbaru