Sebuah video yang memperlihatkan puluhan ulama dan kiai di Kabupaten Lebak mendeklarasikan penolakan terhadap rencana kunjungan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), ke Provinsi Banten viral di media sosial.
Dalam video tersebut, sejumlah ulama mengenakan sarung, baju koko, dan peci sambil membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap kedatangan Jokowi.
>>> KPK Respons Praperadilan Pegawai BPK dalam Kasus Suap Muara Enim
Spanduk yang dibentangkan bertuliskan, "Banten menolak safari politik Jokowi yang berkedok safari budaya. Saatnya rakyat bersatu, penegak hukum bersama rakyat, tangkap dan adili Jokowi."
Salah seorang kiai yang menyampaikan deklarasi mengatakan pihaknya menolak rencana kedatangan Jokowi ke Banten.
"Kami mewakili masyarakat Kabupaten Lebak dan mewakili seluruh Provinsi Banten sangat menolak keras dengan kehadiran Bapak Jokowi ke Provinsi Banten," ujar salah seorang kiai dalam video tersebut.
>>> Kemenhub Siapkan Konsep RUU Sistem Transportasi Nasional
Ia bahkan melontarkan pernyataan agar Jokowi tidak datang ke Banten sebelum menutup orasinya dengan pekikan takbir.
Tanggapan Ketua PSI Lebak
Menanggapi video yang viral tersebut, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Lebak, Dita Fajar Bayhaqi, menilai aksi penolakan itu merupakan hal yang biasa dalam dinamika politik.
Namun, ia meyakini deklarasi tersebut tidak mewakili suara mayoritas masyarakat Lebak.
>>> Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ajukan Praperadilan Penetapan Tersangka hingga Penahanan
"Saya sampai hari ini masih meyakini itu bukan suara warga Lebak asli, bukan suara hati grassroots masyarakat Lebak," katanya kepada wartawan saat dikonfirmasi Pos Kota melalui sambungan telepon, Selasa 4 Agustus 2026.

