Korea sedang mengalami perubahan mencolok dalam preferensi orang tua terhadap jenis kelamin anak.
Survei terbaru menunjukkan bahwa anak perempuan kini lebih disukai daripada anak laki-laki di semua generasi, termasuk orang dewasa yang lebih tua.
>>> Hutan Impian Seoul Resmikan Jembatan Kanopi dan Teras Kafe Baru
Sebanyak 29 persen responden mengatakan mereka lebih memilih memiliki anak perempuan meskipun tidak memiliki anak laki-laki.
Sementara itu, hanya 2 persen yang lebih memilih anak laki-laki tanpa anak perempuan.
Pembalikan dramatis dari preferensi kuat terhadap anak laki-laki yang pernah ada di Korea ini mencerminkan perubahan sosial dan budaya yang luas.
Termasuk melemahnya harapan anak untuk menafkahi orang tua yang menua, meningkatnya pengaruh kakek-nenek dari pihak ibu, dan munculnya fenomena 'ayah penyayang anak perempuan'.
Hasil Survei 2026
Menurut Survei Persepsi Anak dan Pengasuhan 2026 yang dirilis oleh Korea Research pada 28 Juli, 62 persen responden percaya sebuah keluarga harus memiliki setidaknya satu anak perempuan.
Sebaliknya, 35 persen mengatakan hal yang sama tentang anak laki-laki.
Preferensi ini bahkan lebih menonjol di kalangan orang dewasa yang lebih tua.
Di antara responden berusia 70 tahun ke atas, 73 persen mengatakan memiliki anak perempuan itu penting, sementara 50 persen mengatakan hal yang sama tentang anak laki-laki.
Ketika ditanya tentang komposisi keluarga ideal, 33 persen menginginkan satu anak laki-laki dan satu anak perempuan.
Sementara 29 persen mengatakan mereka bisa tanpa anak laki-laki tetapi menginginkan setidaknya satu anak perempuan.
Sebaliknya, hanya 2 persen yang mengatakan bisa tanpa anak perempuan tetapi menginginkan setidaknya satu anak laki-laki.
Survei ini dilakukan pada 24-27 April terhadap 1.000 orang dewasa berusia 18 tahun ke atas di seluruh negeri.

