Survei Gallup International yang dilakukan pada tahun 2024 juga menemukan bahwa Korea memiliki preferensi terkuat terhadap anak perempuan di dunia.
Hanya 15 persen orang Korea yang lebih memilih anak laki-laki, sementara 28 persen lebih memilih anak perempuan—tingkat tertinggi di antara 44 negara yang disurvei.
Jepang, Spanyol, dan Filipina menyusul dengan 26 persen, dan Bangladesh dengan 24 persen.
>>> Korea Ekspor Keahlian Restorasi Warisan Budaya ke Seluruh Dunia
Temuan ini menandai pembalikan dramatis dari tahun 1992, ketika 58 persen orang Korea lebih memilih anak laki-laki dan hanya 10 persen yang lebih memilih anak perempuan.
Kemunduran Nilai Tradisional dan Meningkatnya Ikatan Keluarga Ibu
Para ahli mengatakan pergeseran ini mencerminkan perubahan sosial dan budaya yang mendalam.
Di masa lalu, anak laki-laki sulung secara tradisional diharapkan untuk menafkahi orang tua mereka di hari tua, meneruskan garis keturunan keluarga, dan melakukan ritual leluhur.
Namun, harapan tersebut semakin melemah seiring semakin banyak pasangan menikah yang membangun rumah tangga mandiri dan keluarga dengan dua pencari nafkah menjadi norma.
Seiring semakin banyak wanita menikah yang tetap bekerja, kakek-nenek dari pihak ibu juga memainkan peran lebih besar dalam pengasuhan anak.
Di banyak keluarga, cucu menghabiskan lebih banyak waktu dengan kakek-nenek dari pihak ibu daripada dari pihak ayah.
Anak perempuan juga lebih mungkin menerima dukungan pengasuhan anak dari orang tua mereka sendiri setelah menikah dan mempertahankan ikatan emosional yang dekat dengan mereka, berkontribusi pada hubungan antargenerasi yang lebih kuat.
Salah satu contoh yang sering dikutip datang dari pertemuan orang dewasa yang lebih tua, di mana peserta ditanya, 'Jika Anda sakit parah, siapa yang akan datang ke sisi Anda lebih dulu?'
