unique visitors counter
⌂ Beranda News Pria di Tangerang Dianiaya 5 Rekan Kerja, Diancam Pisau Jika Tolak Masturbasi

Pria di Tangerang Dianiaya 5 Rekan Kerja, Diancam Pisau Jika Tolak Masturbasi

Pria di Tangerang Dianiaya 5 Rekan Kerja, Diancam Pisau Jika Tolak Masturbasi
Ilustrasi: Pria di Tangerang Dianiaya 5 Rekan Kerja, Diancam Pisau Jika Tolak Masturbasi
A A Ukuran Teks16px

Seorang pria berinisial PG, 25 tahun, melaporkan tindakan penganiayaan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh lima rekan kerjanya di Panongan, Kabupaten Tangerang.

Peristiwa itu terjadi pada 28-29 Juli 2026, malam hingga pagi, dan telah dilaporkan ke Polresta Tangerang.

>>> Penjualan Tembaga Freeport Semester I Anjlok 68%, Emas Turun 64%

Kronologi Penganiayaan

Kuasa hukum korban, Risman Harefa, mengatakan bahwa kejadian berawal saat kliennya menyampaikan niat mengundurkan diri kepada atasannya dan mengembalikan seluruh inventaris perusahaan.

"Korban mengundurkan diri, menyampaikan kepada bosnya dan mengembalikan aset.

Namun saat itu bosnya tidak langsung menerima, melainkan orangnya ditahan dulu untuk menunggu karyawan lain sambil mereka mengkonsumsi minuman keras," kata Risman, Selasa, 4 Agustus 2026.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius hampir di sekujur tubuh. Pemeriksaan dokter juga menemukan dugaan pecah pembuluh darah kecil di bagian otak.

>>> Produksi Listrik PGEO Semester I Naik 13,62% ke 2.745 GWh

"Lukanya di sekujur tubuh, seluruh badannya memar. Dari kepala juga berpotensi ada pecah pembuluh darah di otak, tapi kecil menurut dokter.

Bekas-bekas luka masih terlihat di badan dan tangan," ujarnya.

Pelecehan Seksual dan Ancaman

Korban juga diduga mengalami tindak pelecehan seksual berupa paksaan masturbasi sambil ditodong senjata tajam. Bahkan, korban dipaksa melakukan hal tersebut sambil melakukan panggilan video dengan sang istri.

"Kalau tidak melakukan itu, korban diancam dengan pisau akan dibunuh," ucapnya.

>>> 4 Sosok Nakes yang Diduga Mengolok Yurizal Tri Chaerawan, Ini Profilnya

Tak hanya itu, para pelaku juga memaksa korban menonton pornografi. Aksi tersebut direkam pelaku dan videonya disebar ke media sosial.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot