Peringatan itu ditujukan untuk setiap negara Teluk, tetapi disampaikan terutama melalui Arab Saudi dan Qatar.
>>> BPS: Belanja Makanan Online Naik, Konsumsi Rumah Tangga Menguat
Iran dalam beberapa tahun terakhir telah memperbaiki hubungan dengan tetangga Teluknya, termasuk mantan saingan regional Arab Saudi.
Qatar, Oman, dan Arab Saudi telah mendesak Washington untuk melanjutkan pembicaraan dengan Teheran dan menghindari konflik baru di tengah peringatan Iran bahwa serangan AS lainnya dapat "mengubah kawasan menjadi bola api".
Pada 2 Agustus, Trump mengatakan setuju untuk membatalkan serangan terhadap Iran "dengan syarat dapat dengan cepat membuat kesepakatan".
Ancaman Eskalasi Regional
Seorang pejabat Iran mengatakan peringatan Teheran memperjelas bahwa setiap serangan AS baru akan dibalas dengan serangan terhadap fasilitas energi, kilang minyak, jaringan listrik, infrastruktur air, jaringan transportasi, dan ladang minyak di seluruh Teluk.
"Musuh terus mengancam infrastruktur Iran. Jika Iran menderita kerusakan, mereka akan menimbulkan kerusakan yang jauh lebih besar sebagai balasan," kata pejabat itu.
Ia menambahkan, "Mereka masih ingat Aramco Arab Saudi," merujuk pada serangan drone dan rudal September 2019 di fasilitas Abqaiq dan Khurais yang sempat melumpuhkan lebih dari separuh produksi minyak mentah kerajaan.
Dengan mengancam infrastruktur penting bagi ekonomi Teluk, Teheran berusaha meyakinkan Washington dan mitra Arabnya bahwa serangan lain terhadap Iran akan membawa konsekuensi ekonomi dan strategis yang tidak dapat diterima.
Hal ini mendorong negara-negara regional untuk menekan Trump agar menghindari aksi militer baru.
Dari perspektif Teheran, Trump kini menghadapi dua pilihan yang tidak menyenangkan: meningkatkan konflik yang dapat melanda Teluk dan mengganggu pasokan energi global, atau menerima hasil negosiasi yang tidak mencapai kemenangan telak yang diinginkan Washington.
Salah satu hambatan utama untuk mencapai kesepakatan, kata diplomat regional senior, adalah keengganan Washington untuk membiarkan Teheran muncul dengan klaim kemenangan.
>>> Unas Kukuhkan Tiga Guru Besar untuk Perkuat Kontribusi Keilmuan
"Amerika Serikat menginginkan sesuatu yang dapat mereka sajikan sebagai bukti bahwa mereka memenangkan perang," kata diplomat itu.
