Para penyintas bom atom menyatakan frustrasi dan kekhawatiran atas meningkatnya dukungan terhadap kepemilikan senjata nuklir untuk pencegahan, baik di komunitas internasional maupun di Jepang.
Jepang berada di bawah payung nuklir AS dan berulang kali meminta jaminan komitmen serta perlindungan yang lebih kuat dari Washington.
Karena itu, pemerintah Jepang menolak permintaan penyintas untuk menandatangani Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir atau menghadiri pertemuannya sebagai pengamat.
Korban dan Penyintas yang Menua
Bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 menghancurkan kota dan menewaskan 140.000 orang. Bom kedua dijatuhkan tiga hari kemudian di Nagasaki, menewaskan 70.000 orang.
Jepang menyerah pada 15 Agustus, mengakhiri Perang Dunia II dan hampir setengah abad agresi Jepang di Asia.
Jumlah penyintas kini turun menjadi 91.105 orang, sekitar seperempat dari jumlah awal, dengan usia rata-rata melebihi 86 tahun.
>>> Spesifikasi Mobil Listrik Honda Super-ONE Seharga Rp438 Juta
Para penyintas khawatir memori peristiwa itu memudar, karena yang termuda di antara mereka terlalu muda untuk mengingat dengan jelas serangan tersebut.
