Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, sejak Senin, 3 Agustus 2026.
Hingga Kamis, 6 Agustus 2026, luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 70 hektare.
>>> Trump Salahkan Kanada soal Kebakaran, Ilmuwan Justru Sorot Perubahan Iklim
Akibat kebakaran ini, sejumlah jalur wisata menuju Gunung Bromo ditutup sementara demi keselamatan pengunjung dan memperlancar proses penanganan.
Kebakaran tidak hanya mengancam ekosistem kawasan konservasi, tetapi juga mengganggu aktivitas pariwisata yang menjadi penopang ekonomi warga sekitar.
Upaya Pemadaman dan Kendala di Lapangan
Petugas gabungan masih berupaya memutus jalur rambatan api agar kebakaran tidak meluas ke area hutan lainnya.
>>> Google Assistant Resmi Dipensiunkan, Gemini Jadi Penggantinya di Android
Prioritas utama adalah mengendalikan titik api yang masih aktif sekaligus melindungi kawasan konservasi bernilai ekologis tinggi.
Tim gabungan yang diterjunkan meliputi BPBD Kabupaten Malang, Lumajang, Probolinggo, Balai Besar TNBTS, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ngadas.
Meski personel terus disiagakan, pemadaman menghadapi kendala berupa medan perbukitan yang sulit dijangkau kendaraan maupun peralatan.
>>> MPMX Ungkap Kepemilikan Saham, Edwin Soeryadjaya Jadi Pengendali
Cuaca kering dan angin juga membuat bara api mudah menyala kembali meski sebagian titik telah berhasil dipadamkan.
