Para astronom baru menentukan awal tahun ini bahwa roket tersebut berada di lintasan yang berakhir di Bulan.
Julianna Scheiman, direktur program NASA di SpaceX, mengatakan bahwa aktivitas matahari dan gaya gravitasi telah menempatkannya di jalur menuju Bulan.
Bill Gray, pencipta perangkat lunak astronomi Project Pluto, yang pertama kali memprediksi dampak tersebut, mengatakan bahwa peristiwa ini tidak membahayakan siapa pun, tetapi menyoroti kecerobohan dalam pembuangan sampah antariksa.
Dampak sampah antariksa di Bulan jarang terjadi.
Sebuah roket China menabrak Bulan pada Maret 2022, dan NASA sengaja menabrakkan roket pada 2009 untuk mempelajari gumpalan material bulan, yang mengarah pada penemuan jejak es air.
Beberapa wahana yang mencoba mendarat lunak di Bulan baru-baru ini malah jatuh, seperti misi Luna-25 Rusia, Chandrayaan-2 India, dan pendarat Beresheet Israel.
>>> KPK Sita Uang SG$8.500 dari Kantor Kepala Imigrasi Jaksel
NASA dan SpaceX sedang membahas cara mencegah dampak bulan di masa depan.

