Seorang pelajar remaja di Thailand menembak mati kakek-neneknya, lalu melancarkan serangan di sebuah sekolah dekat Bangkok pada Jumat (7/8).
Kepolisian nasional Thailand menyatakan pelaku menggunakan pistol milik kakeknya untuk membunuh kakek-neneknya terlebih dahulu.
>>> Serapan APBD Pandeglang Baru 46 Persen, DPRD Soroti Kinerja OPD
Setelah itu, ia menuju sekolah menengah di utara Bangkok dan menembak mati tiga guru serta tiga siswa.
Peristiwa terjadi di Debsirin Nonthaburi School, Provinsi Nonthaburi. Puluhan polisi dan petugas darurat berkumpul di lokasi, sementara orang tua bergegas menjemput anak-anak mereka.
Seorang siswa kelas 12, Pawarisa Maylissa, mengaku sangat ketakutan. "Saya takut mati dan tidak bisa mengejar mimpi saya," ujarnya.
Ia mendengar banyak suara tembakan dari lantai atas. "Saya bahkan bisa mendengar peluru menghantam lantai," tambahnya.
Wakil Menteri Dalam Negeri Polapee Suwunchwee mengatakan 15 siswa terluka, tetapi bukan karena tembakan, melainkan akibat berdesakan saat melarikan diri.
Pelaku diketahui sebagai siswa sekolah tersebut dan dilaporkan tewas. Beberapa laporan menyebut polisi menembaknya, sementara yang lain mengatakan ia bunuh diri.
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menyatakan keprihatinannya. "Ini insiden yang mengerikan.
>>> Profil Indra Wargadalem, Eks Ketua Yayasan Terkait Temuan 995 Senpi di Jaksel
Seharusnya tidak pernah terjadi. Bagaimana ini bisa terjadi di negara kita?"
katanya.
Foto-foto yang beredar menunjukkan pelaku mengenakan seragam sekolah ungu dan membawa tas selempang hitam. Beberapa selongsong peluru terlihat di tanah.
Thailand memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata tertinggi di kawasan ini, dengan sekitar 10 juta senjata api beredar, atau satu untuk setiap tujuh penduduk.
Janji untuk memperketat undang-undang senjata di masa lalu belum mencegah penembakan berulang.
Pada Februari lalu, polisi menembak dan menangkap seorang remaja yang menembaki sebuah sekolah di selatan Thailand, menewaskan kepala sekolah dan melukai dua siswa.
Pelaku saat itu menggunakan senjata milik seorang perwira polisi. Sebelumnya, ia menusuk polisi tersebut dan mencuri pistol 9mm miliknya.
>>> Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Kembali Ajukan Praperadilan
Pada 2022, seorang mantan polisi bersenjata menyerbu sebuah penitipan anak di utara Thailand dan membunuh 24 anak serta 12 orang dewasa, salah satu pembantaian paling mematikan di negara itu.

