unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Toko Buku Hongik Mungo Bertahan 70 Tahun Berkat Ikatan Karyawan

Toko Buku Hongik Mungo Bertahan 70 Tahun Berkat Ikatan Karyawan

Toko Buku Hongik Mungo Bertahan 70 Tahun Berkat Ikatan Karyawan
Ilustrasi: Toko Buku Hongik Mungo Bertahan 70 Tahun Berkat Ikatan Karyawan
A A Ukuran Teks16px

Sekitar 49,5 persen toko mencatat penjualan tahunan di bawah 100 juta won.

Karyawan melihat penurunan ini secara langsung. Buku persiapan ujian masih laku, tetapi penjualan buku teks universitas menurun karena mahasiswa beralih ke tablet.

>>> The Korea Times Gelar Seminar Panduan Kontrak Hunian bagi Mahasiswa Asing

Nam Bo-ra, 31, merasa tidak berdaya karena industri penerbitan sering digambarkan menurun. "Kami terus memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk bertahan," katanya.

"Karena semua orang di sini berkomitmen, semua merasa bertanggung jawab atas masa depan toko."

Lee, yang bekerja selama empat tahun, menekankan pelayanan sebagai pembeda dari rantai besar. "Saya berusaha memberikan layanan yang lebih hangat dan penuh perhatian," ujarnya.

"Saya berusaha menemukan buku yang tepat bahkan dari detail terkecil."

Program "Secret Book" lahir dari keinginan staf menawarkan sesuatu yang hanya bisa dilakukan toko buku lokal.

Mereka memilih buku berdasarkan tema, seperti "musim panas," lalu membungkusnya dengan kertas buram sehingga pelanggan tidak tahu judulnya.

Pelanggan harus memilih tanpa melihat judul, hanya mengandalkan catatan rekomendasi dan kutipan yang ditulis di luar bungkus.

"Staf toko buku besar tidak bisa memberikan rekomendasi pribadi seperti ini," kata Nam. "Bos kami memberi kebebasan untuk menjalankan ide kami."

Klub buku yang dimulai pada 2023 ini memiliki tradisi tahunan, seperti membaca karya pemenang Nobel Sastra pada November dan pertemuan akhir tahun pada Desember.

Tahun ini, tema tahunan mereka adalah sastra dunia.

Ketika ditanya mengapa memilih sastra, seorang anggota menjawab, "Kami semua suka sastra, tetapi ada yang berkata, 'Bukankah klub buku sastra adalah identitas Hongik Mungo?'"

>>> Seoul Pilih 18 Homestay Terbaik untuk Wisatawan yang Ingin Hidup Seperti Warga Lokal

Toko buku ini seperti sastra: nilainya tidak bisa diukur dengan uang, tetapi memberi makna bagi komunitas. Lee berharap, "Hongik Mungo menjadi tempat yang membuat pengunjung lebih bahagia."

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot