Badan Pengawas Periklanan Inggris (ASA) melarang penayangan poster promosi film Lee Cronin's The Mummy di jaringan transportasi publik London Underground.
Langkah tegas ini diambil setelah visual dalam poster dinilai terlalu realistis dalam menggambarkan sosok anak yang telah meninggal dunia, sehingga berpotensi memicu ketakutan berlebih pada anak-anak.
>>> Huawei MateBook Fold 2026 Resmi Meluncur dengan Kirin X90 Plus
Keputusan ini berdasarkan 30 keluhan masyarakat terkait materi iklan luar ruang film garapan Warner Bros. Entertainment UK Ltd tersebut.
Sebagian besar pelapor mengeluhkan materi promosi yang dipasang di area publik dan stasiun kereta bawah tanah karena dinilai menimbulkan trauma emosional bagi penonton anak-anak maupun dewasa.
Materi yang dipersoalkan menampilkan gambar close-up sesosok figur mumi perempuan berwajah pucat dengan kulit abu-abu, bibir pecah-pecah, serta satu mata bengkak yang tertutup.
Figur tersebut tampak terbungkus kain serupa kain kafan dengan hiasan simbol hieroglif.
Lantaran dipasang di lokasi terbuka tanpa filter usia, termasuk stasiun London Underground dan area yang terlihat langsung dari gedung taman kanak-kanak, ASA memutuskan visual tersebut melanggar aturan CAP Code.
CAP Code adalah buku panduan dan aturan resmi yang mengatur standar periklanan non-siaran, promosi penjualan, dan pemasaran langsung di Inggris.
Warner Bros.
>>> Trailer Primetime: Robert Pattinson Jadi Pemburu Predator Anak
kemudian diperintahkan menarik poster dengan bentuk tersebut dan menata ulang strategi promosi luar ruang agar jauh dari jangkauan anak-anak di masa mendatang.
Pihak Warner Bros. sempat berargumen bahwa penataan visual dibuat netral tanpa menunjukkan peti mati demi meminimalkan efek menakutkan.
Studio juga mengklaim punya aturan internal untuk menjaga jarak pemasangan iklan film horor setidaknya 100 meter dari sekolah, meski kebijakan itu belum mencakup area TK.
Meski melarang poster luar ruang, ASA menolak laporan yang menuduh gambar tersebut menyepelekan isu duka kehilangan anak maupun konflik global.
Regulator menganggap teks judul film pada poster sudah memberi konteks yang memadai bagi khalayak.
Selain itu, ASA juga membebaskan tayangan iklan versi televisi dan layanan streaming Prime Video untuk film tersebut.
>>> Nadin Amizah Rilis Moonlight, Lagu yang Ditulis Sejak SMA
Iklan video yang menceritakan keluarga menerima kabar anak perempuan mereka yang hilang delapan tahun lalu dinyatakan aman, mengingat waktu penayangannya dibatasi hanya setelah pukul 19.30 dengan tingkat kepemirsaan anak sangat rendah.

