Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan tahap II berupa 10 kilogram beras per penerima setiap bulan selama tiga bulan.
Kabupaten Alor menjadi daerah pertama penerima bantuan ini.
Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, bersama Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (8/8/2025).
Di Kabupaten Alor, total penerima bantuan sebanyak 37.338 keluarga.
Amran menyatakan bahwa program ini bertujuan menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan menyasar lebih dari 33 juta penerima di seluruh Indonesia.
"Bantuan dari bapak Presiden Republik Indonesia diperuntukkan untuk 33 juta seluruh Indonesia dan di sini (Alor) yang pertama," ujar Amran.
Amran menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat Alor yang disampaikan seorang mahasiswa saat ia berpidato di Semarang.
"Kenapa? Kemarin ada mahasiswa dari Alor.
Kami sementara pidato di Undip, Semarang, Jawa Tengah, tiba-tiba berteriak menyuarakan aspirasi rakyat, masyarakat Alor. Jadi kami, langsung dari Jawa Tengah, batalkan semua rapat di Jakarta, rapat pimpinan.
Jauh lebih penting saudara kita yang ada di Alor, masyarakat yang jauh dari Kota Jakarta daripada rapat," sambung Amran.
Amran menegaskan bantuan pangan ini juga merupakan upaya menjaga ketahanan pangan dan melindungi masyarakat yang membutuhkan, dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan BULOG.
"Kita ingin memastikan negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi melalui aksi nyata. Bantuan pangan harus sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, tepat sasaran dan tepat waktu.
Karena itu, pemerintah bersama BULOG akan terus bekerja memastikan kebutuhan pangan masyarakat di seluruh Indonesia terpenuhi," tegas Amran.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan kehadiran pemerintah bersama BULOG di Alor menunjukkan komitmen memastikan akses pangan merata di seluruh Indonesia.
"Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat.
Ini bukan hanya soal menyalurkan beras, tetapi memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bantuan yang disalurkan merupakan alokasi untuk tiga bulan, jadi nanti masing-masing keluarga akan mendapatkan 30 kilogram beras," ujar Rizal.
Rizal menambahkan bahwa kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan menjadi tantangan dalam distribusi pangan, sehingga sinergi berbagai pihak sangat penting.
"Bagi BULOG, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. Alor adalah bagian dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan.
Kami akan terus memastikan pangan hadir sampai ke masyarakat," tegas Rizal.