Hasil polling mingguan GSMArena menunjukkan bahwa smart glasses masih dianggap sebagai solusi yang mencari masalah. Mayoritas responden mengaku tidak menggunakan perangkat ini.
Ketersediaan regional memang menjadi salah satu faktor penghambat. Namun, banyak juga yang belum menemukan kegunaan yang menarik dari smart glasses.
>>> Caviar Bocorkan Desain dan Spesifikasi iPhone Ultra serta iPhone 18 Pro?
Kurang dari 5 Persen Pengguna Aktif
Berdasarkan polling, kurang dari 5 persen responden yang aktif menggunakan smart glasses. Sebagian dari mereka memanfaatkannya sebagai pengganti headphone atau untuk kemampuan head-mounted display.
Perusahaan teknologi yang mengembangkan smart glasses menghadapi tantangan besar. Banyak komentar dari responden yang menganggap kamera pada kacamata sebagai invasi privasi, bahkan menyebutnya 'menyeramkan'.
>>> Google Pixel 11 Series dan Watch 5: Bocoran Fitur, Harga, dan Jadwal Rilis
Masalah ini sudah dialami Google Glass bertahun-tahun lalu dan masih menjadi hambatan utama adopsi hingga kini.
>>> Casio Luncurkan Jam Tangan Kotak Retro LTP-B150D-7B di AS dengan Desain Baja Tahan Karat
Selain tidak tertarik membeli, sebagian orang juga enggan berinteraksi dengan pengguna smart glasses. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat tersebut memiliki masalah reputasi yang serius.

